Kemensos Coret PNS Penerima Bantuan Sosial Tunai – Kendari Pos
Wakatobi

Kemensos Coret PNS Penerima Bantuan Sosial Tunai

KENDARIPOS.CO.ID — Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di Kabupaten Wakatobi pada periode Juni, mengalami keterlambatan. Jika untuk bulan Mei telah tuntas, pihak Dinas Sosial (Dinsos) Wakatobi mengakui adanya keterlambatan penyaluran BST pada periode Juni. Alasannya, Kementerian Sosial (Kemensos) masih melakukan verifikasi terhadap data penerima.

Dari tahap verfikasi, rupanya Kemensos menemukan sejumlah data ganda hingga dokumen Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai penerima Bansos. Kondisi tersebut menjadi penyebab terlambatnya penyaluran BST periode Juni di Wakatobi. Sekretaris Dinsos Wakatobi, Kaslan, mengatakan data ASN yang sempat masuk sebagai penerima BST sudah dicoret Kemensos. Begitu pula dengan penerima ganda yang sebenarnya telah mendapatkan bantuan melalui PKH hingga bantuan pangan non tunai (BNPT) serta meninggal dunia.

“Jadi, data ASN yang sebelumnya sempat masuk sebagai penerima BST karena ketika itu belum menjadi pegawai negeri. Sehingga karena sudah terdata sebagai ASN, maka namanya langsung dihapus sebagai penerima bantuan dari Kemensos,” terangnya. Kaslan memastikan, penerima BST sudah terverifikasi dengan baik dan tak ada lagi data ganda.

“Karena bagi masyarakat yang telah menerima bantuan lain maka tidak akan mendapat lagi BST. Sementara kalau belum mendapatkan bantuan lain bisa memperoleh BST,” tambahnya. Kaslan juga memastikan penyaluran BST periode Juni akan tuntas pada tanggal 12 Juli ini. Mengingat sudah ada surat dari Kemensos terkait batas penyaluran periode Juni. Pihaknya berjanji bakal memaksimalkan hingga batas waktu tersebut. Apalagi masih ada BST periode Juli. (b/thy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy