Intensifkan PAD, Pemkot Digitalisasi Sistem Pajak – Kendari Pos
Metro Kendari

Intensifkan PAD, Pemkot Digitalisasi Sistem Pajak

KENDARIPOS.CO.ID — Untuk mensiasati devisit APBD, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akan terus menggali potensi sumber dan pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, Pemkot turut mendigitalisasi sistem pembayaran pajak dan retribusi. Upaya ini tak hanya sekedar meminimalisir kebocoran, namun juga mencegah praktek pungutan liat atau pungli. Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir mengakui devisit anggaran harus segera dituntaskan. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), hal ini menjadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun upaya ini harus dilakukan secara bertahap.

“Adapun terkait defisit, itu memang menjadi masalah, bahkan BPK juga memberi catatan. Olehnya, ke depan kami akan terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya, penggunaan alat perekam pajak yaitu transaksi monitoring device (TMD) dan mobile payment of self (MPOS),” jelasnya saat menjawab padangan fraksi di DPRD Kota Kendari atas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019 kemarin.

Selain itu, untuk meningkatkan PAD, Pemkot juga akan menerapkan digitalisasi di semua sistem pembayaran pajak dan retribusi yang berada pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna meminimalisir kebocoran pendapatan. Kemudian mengintensifkan penagihan terhadap piutang piutang yang belum tertagih pada wajib pajak dan wajib retribusi. “Kita juga akan membentuk tim yustisi penagihan pendapatan sebagai implementasi peraturan wali kota nomor 24 tahun 2019 tentang pembayaran dan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah secara sistem online. Selain itu, utang pihak ketiga yang belum dibayarkan di tahun 2019 lalu telah dianggarkan di APBD 2020. Namun pembarannya tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan,” bebernya.

Menyangkut soal ketersediaan air bersih, PDAM Tirta Anoa telah menggandeng investor untuk membantu penyertaan modal melalui program kerjasama antara pemerintah dengan badan usaha. Sementara di sektor pendidikan dan kesehatan, Pemkot terus memberikan perhatian serius dengan mengalokasikan anggaran sebesar 22,68 persen pada sektor pendidikan dan 12,43 persen di sektor kesehatan atau lebih tinggi dari mandatory spending yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” tutup Sulkarnain. (b/m2/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy