Hilangnya Sebuah Kepercayaan, Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Hilangnya Sebuah Kepercayaan, Oleh : Prof. Hanna


Prof. Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Tulisan ini terinspirasi dari ide cemerlang Bung La Ode Diada Nebansi di Harian Kendari Pos edisi 30 Juni 2020 yang mempertanyakan kemungkinan Pilkada dapat disebut Lotkada. Saya membaca sepintas tulisan itu, saya mengatakan bahwa boleh-boleh saja wong itu hanya istilah dan permainan kata, namun setelah saya mencermati lebih dalam ternyata tulisan itu sangat bermakna dan filosofis.

Bung Diada Nebansi ingin mengubah mindset dari sebuah pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yakni penggunaan kata Lottrey. Menjawab kegalauan saya dari perkataan lotre bentuk perjudian yang melibatkan penarikan banyak hadiah. Di awal abad ke-20, sebagian besar bentuk perjudian, termasuk lotre dan taruhan dinyatakan ilegal di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan sebagian besar Eropa tetapi setelah Perang Dunia II, pelan-pelan lotre mulai banyak dilegalkan.

Pemilu adalah suatu proses untuk melahirkan pemimpin yang akuntabilitas artinya adil, berintegritas, mengedepankan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Secara konseptual, Pemilu adalah sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Dengan jalan pemilu, legitimasi kekuasaan rakyat diwujudkan melalui penyerahan sebagian kekuasaan dan hak rakyat kepada wakilnya yang duduk di pemerintahan maupun parlemen.

Pemerintah sudah berusaha ingin membangun kepercayaan pemilukada melalui regulasi yang ketat, namun di sana sini terjadi kecurangan yang dilakukan oleh peserta Pemilu itu sendiri dengan cara apapun untuk memenangkan jagoannya. Faktanya, proses dalam pemilu banyak terjadi pelanggaran utamanya pada saat dilaksanakanya kampanye.

Saya tahu bahwa pemikiran Bung Diada Nebansi bahwa lotre yang dimaksudkan dalam tulisan itu, bukanlah lotre yang saya definisikan, namun besar kemungkinan praktek sistem Pemilukada yang dipertontonkan oleh mereka selama ini dan menjadikan pelaksanaan Pemilukada unpredictable. Karena ketidakmampuan kita memprediksi pemenang maka banyak masyarakat yang berasumsi bahwa Pilkada itu sama dengan permainan judi, yang tidak bisa diprediksi.

Jika hal ini sudah menjadi mindset berarti kemungkinan besar (belum pasti) kepercayaan masyarakat terhadap Pilkada termasuk lost defence atau lost credibility, kehilangan kepercayaan. Kepercayaan identik dengan keyakinan. Keyakinan dan kepercayaan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau bukanlah jaminan kebenaran.

Kepercayaan yang sering sering diucapkan namun kehilangan kepercayaan diri sering menjadi masalah bagi banyak orang di berbagai organisasi. Kepercayaan akan menumbuhkan sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain karena membuat seseorang tidak mudah mengeluh dan tidak mudah tertekan. Dengan sikap positif itu, seseorang akan melihat masalah sebagai tantangan dan peluang. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy