Habiskan Anggaran Miliaran, Kampung Cokelat di Kolaka Belum Dimanfaatkan – Kendari Pos
Kolaka

Habiskan Anggaran Miliaran, Kampung Cokelat di Kolaka Belum Dimanfaatkan

Hj. Asmani Arif


KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Kolaka merupakan salah satu daerah penghasil tanaman kakao terbesar di Sulawesi tenggara (Sultra). Pada tahun 2016 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka melalui Dinas Perkebunan membangun Kampung Cokelat yang terletak di Kelurahan Lalombaa. Kawasan yang luasnya sekitar satu hektare tersebut rencananya selain dijadikan tempat wisata juga sebagai media edukasi bagi pengunjung tentang pengolahan kakao hingga menjadi cokelat. Namun saat ini, Kampung Cokelat terlihat tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal itu, memantik sorotan Ketua Komisi II DPRD Kolaka, Hj. Asmani Arif.

Menurut wanita yang pernah menjabat Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kolaka tersebut, keberadaan Kampung Cokelat saat ini terlihat tidak dioptimalkan oleh Pemkab. Padahal, kata dia Kampung Cokelat telah banyak menghabiskan angggaran. “Tolong pemerintah agar memperhatikan Kampung Cokelat ini supaya keberadaannya tidak terkesan mubazir. Sudah miliaran rupiahn anggaran yang dialokasikan untuk itu. Jadi harus dimanfaatkan dengan baik,” sorort Asmani pada rapat Pertanggungjawaban APBD dan LKPj Bupati Kolaka di gedung DPRD, Rabu (8/7).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka, Hasbir Jaya Razak, mengakui, saat ini keberadaan Kampung Cokelat memang belum dimanfaatkan dengan baik. Hal itu terjadi karena keterbatasan anggaran. “Tahun ini kami berencana mengadakan mesin pengolahan kakao dan itu harganya sekitar Rp 1,5 miliar. Dengan adanya mesin itu maka bisa menghasilkan oleh-oleh yang nantinya diberikan pada pengunjung. Tapi karena adanya recofusing anggaran maka pengadaan alat tersebut tidak terealisasi tahun ini,” argumennya.

Menurut mantan Kadis Pemuda dan Olahraga Kolaka tersebut, agar Kampung Cokelat bisa dimaksimalkan dengan baik maka semua SKPD terkait harus memasukkan kegiatan atau program di lokasi tersebut. Sehingga keberadaan Kampung Cokelat sebagai tempat wisata dan edukasi bisa dirasakan.

“Kampung Cokelat itu bukan hanya Dinas Perkebunan saja tapi ada juga beberapa SKPD lain seperti Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian, dan Dinas Pariwisata. Seharusnya semua SKPD terkait tersebut mengadakan kegiatan di lokasi tersebut. Seperti Dinas Pariwisata bisa membangun wahana bermain dan Dinas Pendidikan menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi pembelajaran budi daya kakao bagi pelajar,” tutur Hasbir. (b/fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy