Dokter Residen Penyintas Covid-19, Oleh : dr. Ashaeryanto, M.MedEd – Kendari Pos
Opini

Dokter Residen Penyintas Covid-19, Oleh : dr. Ashaeryanto, M.MedEd

Dokter Residen Penyintas Covid-19
dr. Ashaeryanto, M.MedEd


Dokter Residen Ilmu Penyakit Saraf, RS Wahidin Sudirohusodo/Fakultas Kedokteran Unhas Makasar. Dosen Fakultas Kedokteran UHO KENDARIPOS.CO.ID — Coronavirus Disease 19 (COVID-19) adalah penyakit menular. Disebabkan oleh Severe Acute Respiartory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Insiden penyakit ini masih dalam risiko sangat tinggi. Baik di tingkat global maupun nasional. Data nasional Covid-19 (22 Juli 2020) menunjukkan jumlah pasien terkonfirmasi positifadalah 91. 751 dengan pertambahan 1.882 kasus dari jumlah kumulatif sebelumnya. Pasien sembuh berjumlah 50. 255 orang dan pasien meninggal berjumlah 4.459 orang. Kita dapat mengasumsikan jika kita memeriksa secara acak 10 orang Indonesia, maka akan mendapatkan minimal 1 orang terkonfirmasi positif.

Kita sudah punya pengalaman di masa lampau menghadapi coronavirus. Yaitu coronavirus yang menyebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan coronavirus yang menyebabkan Middle East Respiratori Syndrome (MERS). Namun, SARS-Cov-2 yang menyebabkan covid-19 ini, merupakan coronavirus baru. Belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Virus ini bertransmisi sangat cepat. Penularannya sangat massif. Sehingga sekelompok masyarakat dapat terinfeksi dengan sangat mudah.

Pada beberapa individu, orang terkonfirmasi positif tidak menunjukkan gejala (asimbtomatic). Tanda dan gejala umum yang dapat ditimbulkan adalah gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Masa inkubasi (masa masuknya mikrorgainisme sampai menimbulkan gejala) rata-rata 5-6 hari. Dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari.

Setiap saat, masyarakat sebagai objek atas pandemik ini selalu mendapatkan informasi bebas dan tidak proporsional. Berkembang informasi mempengaruhi sikap masyarakat. Ada asumsi bahwa covid-19 merupakan konspirasi dengan multianalisis. Ada juga beranggapan Covid-19 adalah desain elit global yang kemudian dihubungkan dengan peristiwa dunia sebelumnya. Serta covid-19 adalah peristiwa alamiah yang kemudian muncul ke dunia. Hal nyata, bahwa covid 19 benar-benar ada. Terus menginfeksi dan bertransmisi. Memberikan dampak ringan sampai berat. Bahkan menimbulkan kematian. Sehingga cara menyikapinya dengan berperilaku benar dalam rangka mempersiapkan diri berdampingan dengan covid-19 tanpa terinfeksi.

Para ahli saat ini sedang terus mengembangkan penelitian-penelitan yang mengarah pada penyelesaian masalah covid-19 ini yang telah membuat kekhawatiaran dan kegelisahan seluruh penduduk dunia. Salah satu yang diharapkan adalah dihasilkannya vaksin terhadap penyakit ini. Selama vaksin belum berhasil dibuat, maka penduduk dunia, termasuk Indonesia dihadapkan pada kenyataan untuk dapat menjalankan aktifitas kehidupan berdampingan dengan covid-19. Dengan mempelajari biologi dari pola-pola transmisi virus ini maka akan dihasilkan protokol-protokol kesehatan yang diharapkan dapat memandu masyarakat dalam menjalankan aktifitas keseharian, sehingga masyarakat dapat terus produktif di tengah masa pandemik ini. Beberapa model transmisi atau penularan dari Coronavirus ini adalah:

Menular Melalui Kontak Erat dengan Penderita

Saat berinteraksi di masyarakat, kita tidak dapat mengidentifikasi orang dan lingkungan disekitar kita, apakah sehat atau sedang menderita. Sebab, covid-19 pada beberapa kasus tidak menimbulkan gejala. Hal yang bisa dilakukan, selalu menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain. Memastikan bahwa tangan kita bersih dengan cara mencucinya dengan sabun sesering mungkin atau handsanitizer sebelum melakukan aktivitas lain seperti menyentuh wajah, menyentuh makanan ataupun menyentuh anak saat berada di rumah. “Hidup sendiri saat pandemik ini bukan berarti anti sosial. Namun hidup sendiri adalah wujud membantu memastikan keberlangsungan hidup sosial di masa akan datang.

Coronavirus Menular Melalui Droplet

Saat berinteraksi dengan orang lain, tetap menjaga jarak minimal 2 meter dan menggunakan masker secara benar sehingga dapat meminimalisir terpajannya droplet (percikan cairansaat bersin, batuk bahkan berbicara) ke bagian wajah kita yang memungkinkan akan masuk ke rongga hidung dan mulut. Siapkan jumlah masker yang cukup sehingga setiap hari dapat diganti.Keluar rumah jika penting saja, mencatat secara detail kebutuhan-kebutuhan kita di luar rumah atau tujuan bepergian kita sehingga kita tidak bolak-balik keluar-masuk rumah dan dengan demikian akan meminimalisirkan pajanan terhadap lingkungan luar.

Setelah beraktifitas di luar rumah, langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi dan mengganti pakaian seketika, kemudian dapat beraktifitas kembali di dalam rumah. Rutinlah untuk membiasakan pola hidup bersih di rumah, mendisiplinkan untuk membersihkan alat-alat rumah tangga. “Pada masa pandemik ini, semakin jauh jarak kita dengan seseorang, maka menunjukkan semakin sayang kita dengan orang tersebut.”

Berisiko Menyebar Melalui Airborne (Udara)

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan bahwa risiko penyebaran coronavirus melalui airborne memungkinkan untuk terjadi, walaupun masih harus dikembangkan penelitian-peneltian lebih lanjut. Oleh karena itu, mulailah kita untuk disiplin terhadap ruangan-ruangan tempat kita beraktifitas yaitu dengan memastikan sirkulasi ruangan (jendela) terjadi pertukaran udara yang baik, meminimalkan menggunakan AC, membatasi jumlah orang dalam ruangan maksimal setengah dari kapasitas ruangan serta tidak berlama-lama dalam ruangan yang tertutup. Tentunya hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman, namun setidaknya kita mulai membiasakan dengan kehidupan yang baru tersebut sampai pandemik benar-benar berakhir.

Dokter Residen Sekaligus Penyintas Covid-19

Beragam cara penerimaan masyarakat terhadap covid-19 ini yang memunculkan berbagai macam sikap, diantaranya ada tipe masyarakat yang acuh tak acuh, ada masyarakat yang cemas bahkan sampai menimbulkan depresi. Setiap harinya kami menemukan perburukkan yang berlangsung dengan cepat terhadap pasien yang kami rawat dan kemudian terkonfirmasi positif covid-19. Sampai pada akhirnya, akibat suatu kontak erat, penulis juga terdiagnosis covid-19 yang kemudian menjalani pengobatan dan isolasi mandiri. Informasi ini rasanya tamparan keras bagi kami, walau diantara kami sering berkelakar “hanya masalah waktu, suatu saat kita akan terinfeksi”.

Sebagai manusia yang memiliki keimanan kepada Tuhan, yang meyakini bahwa segala yang terjadi di dunia adalah kehendak dari pencipta yang pada akhirnya akan diasumsikan sebagai teguran atau cobaan dari Allah SWT. Covid-19 tidak hanya menggangu raga, juga dapat mengganggu kesehatan jiwa bahkan sampai dapat merusak kualitas keimanan kita apabila tidak tepat menyikapinya dengan baik.Kecemasan yang selalu muncul tentang keberlangsungan penyakit ini akan menjadi ruang-ruang yang akan mengisi pikiran yang kosong dalam kesendirian.

Beberapa hal dapat dilakukan sebagai wujud ikhtiar terhadap penyakit ini. Terkhusus kepada masyarakat yang sedang terkonfirmasi positif covid-19 adalah: 1). Menerima dengan ikhlas penyakit ini sebagai ketentuan Allah. Pada awalnya, setelah terkonfirmasi positif maka akan muncul pertanyaan-pertanyaan dalam diri seperti: saya tertular dimana? Kenapa saya tertular? Mungkin alatnya salah!, dan lain sebagainya. Sebagai respons awal hal demikian adalah wajar. Namun jangan berlama-lama pada pertanyaan itu. Segera kembali pada keimanan dan kepercayaan kita sebagai mahkluk Tuhan. Bahwa sesuatu yang terjadi adalah kehendak-Nya. Sehingga terimalah itu dengan sepenuh hati.

Pada masyarakat yang terinfeksi, tanpa gejala namun hasil swab belum menunjukkan negatif, maka bisa jadi salah satu penyebabnya adalah belum menerima ini dengan ikhlas. 2). Mohon ampunan dan kesembuhan kepada Allah. Pada suatu saat, introspeksi diri terhadap kekhilafan kita kepada pencipta. Mohon ampunan kepada-Nya. “Barang siapa yang sakit kemudian dia bersabar, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya.” 3). Meminta maaf kepada orang tua/suami/isteri/keluarga dan teman. Dengan segala kerendahan hati, minta maaflah kepada mereka dengan sepenuh hati.

4). Berikhtiar dengan pengobatan dari ahli. Jalani pemeriksaan sesuai dengan anjuran dokter. Sehingga dokter akan dapat menentukan rencana penatalaksanaan yang tepat atas klasifikasi klinis covid-19 yang sedang diderita. Minum obat adalah salah satu bentuk ikhtiar dan Allah akan melihat seberapa besar ikhtiar kita dalam memperoleh kesembuhan darinya. Kita akan banyak menerima informasi. Namun terimalah informasi yang benar dari orang yang tepat. Allah lah sebenarnya penyembuh atas penyakit.

5). Berikhtiar dengan pengobatan lain. Misalnya dengan mengkonsumsi bahan-bahan yang diberitakan pada hadist-hadist Nabi misalnya madu, kurma dan jintan hitam. 6). Meningkatkan kualitas ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunnah. 7). Memperbanyak baca Alquran. “Sesungguhnya Alquran adalah penyembuh dan rahmat bagi orang yang beriman. 8). Membiasakan zikir pagi dan petang sesuai dengan sunnah Rasulullah. 9). Membiasakan berdoa sebelum tidur sesuai dengan tuntunan Rasulullah. 10). Melaksanakan wudhu dengan sebaik-baiknya. Terutama saat menghirup air masuk ke dalam hidung (Istinsyaq).

11). Berkumur dengan larutan yang dapat membersihkan rongga mulut secara rutin. 12). Menggunakan minyak kayu putih, sesuai dengan penelitian-penelitian yang membuktikan bahwa minyak kayu putih memberikan manfaat dalam mengatasi coronavirus. 13). Mengisi waktu dengan membaca dan kegiatan produktif lainnya. Banyak hikmah dapat diambil dari semua pelajaran yang diberikan Tuhan dalam menjalani kehidupan. Termasuk saat Tuhan memberikan sakit. Alhamdulillah, penulis saat ini telah menjalani aktivitas seperti biasa dalam memberikan pelayanan di Rumah Sakit tempat penulis menimba ilmu. Jangan tunggu Covid-19 menginfeksi kita atau keluarga kita, kemudian kita baru akan percaya. Persiapkan diri kita menjalani kehidupan untuk berdampingan dengan Covid-19 tanpa terinfeksi, dengan menerapkan prokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy