Berikut Tips Efektif Hindari Obesitas – Kendari Pos
Kesehatan

Berikut Tips Efektif Hindari Obesitas

Obesitas

KENDARIPOS.CO.ID — Setiap orang pasti ingin punya tubuh ideal. Tak mau punya tubuh kegemukan (obesitas). Obesitas merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit kronis. Bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, orang yang gemuk berisiko mengalami diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, penyakit kantung empedu, kanker, hingga kelainan reproduktif (gangguan hormon, PCOS, infertilitas). Salah satu upaya dalam mengatasi obesitas adalah pengaturan makan yang sehat.

dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK. mengungkapkan, obesitas atau kegemukan merupakan suatu kondisi kesehatan yang sekarang ini sudah dianggap sebagai penyakit oleh berbagai lembaga kesehatan dunia. Untuk menentukan apakah seseorang termasuk dalam obesitas atau tidak, terdapat beberapa cara menentukannya.

Selama beberapa dekade terakhir, obesitas telah menjadi masalah kesehatan yang cukup besar. Bahkan, kondisi tersebut kini dianggap sebagai epidemi di berbagai belahan dunia. “Obesitas dapat menjadi awal mula terjadinya berbagai penyakit berbahaya. Misalnya, penyakit jantung, stroke, diabetes, bahkan kanker,” ujar dr. Muhammad Iqbal Ramadhan sebagaimana diilansir dari laman Halodokter, kemarin.

Ahli Gizi Universitas Indonesia (UI), Dr. Tirta Prawitasari, MSc, SpGK menjelaskan, seseorang obesitas tentu merupakan suatu proses kebiasaan yang panjang. Seseorang bisa menjadi gemuk ketika asupan makanan lebih banyak ketimbang aktivitas yang dilakukan. Selain itu, obesitas merupakan faktor risiko penyakit jantung.

“Pada orang-orang obesitas itu begitu besarnya lapisan lemak yang menekan organ-organ tubuh seperti jantung dan paru-paru . Pada orang obesitas, posisi tidur tertentu bisa menutup jalan napasnya,” ucap Dr Tirta sebagaimana dilansir dari Jawa Pos Kesehatan. Tirta menambahkan, seseorang sebelum mengalami obesitas atau bahkan dirawat di rumah sakit pasti mengalami perburukan dulu. Hal itu sesuai parameter laboratorium seperti hipertensi. Lalu jantung menjadi lemah, tak bisa memompa dengan baik. Sehingga gagal berkontraksi. “Obesitas tak membunuh seketika, bertahap, pasti enggak langsung 300 kilogram,” tegasnya.

Tips Mencegah Obesitas

*Aktif Berolahraga
Olahraga kardio seperti jogging, bersepeda, berenang atau jalan kaki adalah cara baik untuk membakar kalori serta meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Olahraga jantung atau kardio telah terbukti mampu menekan risiko penyakit jantung dan mengurangi berat badan.

*Jaga Asupan Protein
Dengan asupan protein, metabolisme bisa meningkat hingga 80-100 kalori per hari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang menjalani diet tinggi protein akan makan lebih sedikit dari 400 kalori per hari. Selain itu, diet tinggi protein juga bisa membuat Anda merasa lebih kenyang sehingga nafsu makan bisa lebih diatur.

*Kurangi Asupan Gula
Makan dengan banyak gula tambahan rentan memicu munculnya penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker. Karenanya, meminimalkan asupan gula tambahan adalah cara yang bagus untuk memperbaiki pola makan. Selain itu, hindari konsumsi kalori cair yang berasal dari minuman soda, jus buah kemasan dan minuman berenergi, karena berdampak buruk bagi kesehatan dan bisa meningkatkan risiko obesitas.

*Hindari Makanan Olahan
Makanan yang telah melewati berbagai macam metode pengolahan biasanya sering ditambahkan gula, lemak, dan tinggi kalori. Terlebih lagi, asupan tersebut juga direkayasa untuk membuat makan lebih banyak. Selain itu, karbohidrat olahan seperti tepung putih, roti putih, nasi putih, soda, kue kering, pasta dan serealia dalam kemasan juga mengandung karbohidrat sederhana yang lebih cepat menyebabkan lonjakan gula darah dan menjadi faktor risiko obesitas.

*Minum Air Putih dan Cukup Tidur
Tidur yang cukup sangat penting untuk kestabilan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur lebih mungkin menjadi gemuk dibandingkan dengan mereka yang cukup tidur. Selain tidur, asupan air putih juga sangat memengaruhi kenaikan berat badan. Pasalnya, minum 0,5 liter air putih dapat meningkatkan kalori yang dibakar hingga 24-30% selama satu jam sesudahnya. Minum air putih sebelum makan juga dapat menyebabkan berkurangnya asupan kalori, terutama untuk orang yang berusia paruh baya dan lansia.

*Sikat Gigi Setelah Makan
Menyikat gigi setelah makan sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Selain itu, aktivitas ini juga dapat membantu membatasi keinginan untuk ngemil , karena biasanya orang akan malas untuk menggosok gigi lagi.

*Makan Perlahan
Jika makan terlalu cepat, tubuh akan lebih lambat untuk menyadari sudah kenyang. Menurut penelitian, orang yang makan terburu-buru lebih mungkin menjadi gemuk dibandingkan dengan mereka yang makan lebih lambat. Pada dasarnya mengunyah makanan dengan lebih lambat dapat membantu makan lebih sedikit kalori, dan meningkatkan produksi hormon yang terkait dengan penurunan berat badan.

*Selalu Happy
Seseorang yang selalu bersyukur pasti tidak akan stres. Stres menyebabkan hormone menginstruksikan makan dan menyimpan lemak bukan membakar. Ada pula seseorang yang diet mati-matian tetapi tak bahagia. (jpg/hlq)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy