Bahan Belajar Daring Harus Didesain Menarik – Kendari Pos
Edukasi

Bahan Belajar Daring Harus Didesain Menarik

Asrun Lio

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas belajar mengajar digelar secara daring akibat pandemi Covid-19 yang masih merebak. Proses ini dianggap cukup menyulitkan siswa dalam menerima materi pelajaran, sebab daya tangkap siswa berbeda-beda. Karena itu guru harus mengemas bahan ajar lebih menarik agar mudah dipahami siswa.

Pendapat itu disampaikan Pakar Pendidikan Sultra Prof. H. Abdullah Alhadza. Ia mengatakan kemampuan tangkap siswa berbeda-beda dalam menyerap materi yang disampaikan guru. Ada yang cepat merespon (paham), ada juga yang tidak. “Secara tatap muka pun terkadang beberapa siswa masih lambat. Sehingga guru perlu mengemas bahan pembelajaran semenarik mungkin agar mudah dipahami siswa,” ungkapnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Asrun Lio mengaku sejak awal (belajar daring) sudah menginstursikan seluruh jajaran guru yang menyelenggarakan proses belajar mengajar (PBM) untuk mengemas materi atau bahan ajar semenarik mungkin.

“Untuk menarik minat belajar siswa, saya sudah minta guru kelas melalui para kepala sekolah agar menyajikan bahan ajar yang menarik dan mudah dimengerti siswa. Guru harus memunculkan berbagai ide untuk memancing respon siswa,” kata Asrun Lio.

Misalnya saja, lanjut Asrun, materi yang dipaparkan disertai dengan gambar atau infografis berisi poin-poin pembahasan yang disertai penjelasan singkat. “Pemaparannya jangan lama, agar siswa tak bosan. Bisa juga diselingi dengan kuis interaktif sebelum mengakiri pembelajaran. Untuk pemeberian tugas jangan terlalu berlebihan agar tak menjadi beban bagi siswa,” kata Asrun.

Selain menyiapkan bahan ajar yang menarik, kata Asrun, baik guru maupun murid bisa memanfaatkan program pembelajaran online dari rumah yang bisa diakses melalui laman Rumah Belajar Kemendikbud.

“Silakan masuk di laman Rumah Belajar, di situ guru dan siswa bisa mengakses seluruh materi pembelajaran, termasuk mengikuti pembelajaran,” ujarnya. Di Rumah Belajar, guru dan siswa bisa mempelajari beragam ilmu pengetahuan yang dipantau langsung pengelola aplikasi itu. Setiap pelajaran memiliki level, mulai dari level satu hingga level tertinggi yakni level empat. “Di level satu siswa dituntun berliterasi, sedangkan level empat sudah mahir dan bisa membagi ilmu,” jelasnya.

Asrun menjelaskan Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. “Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru secara gratis,” beber Asrun.

Selain itu, kata dia, ada juga program Pembatik (Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi). Program ini menurutnya merupakan salah satu program pembelajaran yang berbasis pada penggunaan sarana teknologi informasi pendidikan.

Ia melihat, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, sudah ada ribuan guru yang tertarik mengikuti dan bergabung di program Pembatik. Menurutnya, program ini, merupakan cara terbaik saat ini khususnya para guru dalam mendesain materi pembelajarannya, sehingga mudah dipahami dan dimengerti siswa.

“Yang terakhir, pembelajaran dari rumah yang bisa diakses, yakni dengan mengikuti tayangan TVRI yang menyiarkan pembelajaran siswa. Ini bisa diikuti guru maupun siswa, sehingga meskipun dari rumah, siswa tetap bisa mengakses pembelajaran,” pungkasnya. (ags/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy