25.840 Hektare Lahan di Muna jadi Zona Pangan Berkelanjutan – Kendari Pos
Muna

25.840 Hektare Lahan di Muna jadi Zona Pangan Berkelanjutan

KENDARIPOS.CO.ID — Lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) seluas 25.840 hektare lahan disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi lumbung pangan untuk menopang ketahanan daerah. Pemkab kini tengah merevisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) tahun 2014-2034 untuk menguatkan payung hukum kawasan tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Holtikultura Muna, La Ode Anwar Agigi, menerangkan kawasan itu meliputi LP2B seluas 7.991 hektare dan lahan cadangan (LCP2B) seluas 18.398 hektare. Anwar menyebut kawasan itu akan ditetapkan dalam RTRW dengan peruntukan hanya sebagai lahan pertanian khusus pangan. “Jadi tidak bisa untuk peruntukan lain. Tujuannya agar lahan pangan kita terlindungi,” jelasnya.

Kawasan pertanian pangan berkelanjutan tersebut dibagi menjadi lahan sawah dan lahan kering. Rincian luasan sawah mencapai 6.683 hektare yang terdiri dari lahan utama 1.772 hektare dengan lahan cadangan seluas 4.991 hektare. Sedangkan luasan lahan keringan mencapai 20.706 hektare. Pembagiannya antara lain 6.219 hektare lahan utama dan 14.487 lahan cadangan. “Maksud lahan utama itu adalah lahan sudah tergarap sedangkan lahan cadangan, disiapkan untuk rencana pembangan kedepannya,” ujarnya.

Sebaran lahan itu meliputi seluruh wilayah kecamatan di Muna. Adapun kawasan utamanya terletak di Kecamatan Kabawo, Kabangka, Kontukowuna dan Wakorumba Selatan. Keunggulan wilayah itu karena ketersediaan sumber air yang melimpah sehingga mendukung kadar kesuburan tanahnya. Anwar menerangkan, fokus komoditas dalam kawasan pertanian pangan berkelanjutan tersebut antara lain tanaman padi, jagung dan umbi-umbian.

“Karena ini kawasan pangan, maka komoditinya tidak jauh dari makanan konsumsi masyarakat. Tetapi kawasan itu belum keseluruhan lahan pertanian. Karena ada pula klaster lain seperti perkebunan, hortikultura dan peternakan” urainya. Anwar menuturkan jika kawasan itu telah ditetapkan menjadi salah satu item strategis yang dimuat dalam dokumen revisi RTRW Kabupaten Muna. RTRW akan melegalkan status lahan menjadi kawasan pertanian sampai 2031 mendatang. “Proses revisi RTRW sedang on proses. Sebentar lagi akan dikukuhkan menjadi peraturan daerah. Sehingga lahan pertanian kita tidak akan dialih fungsi,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy