2.164 Akseptor Dapat Layanan KB Gratis – Kendari Pos
Metro Kendari

2.164 Akseptor Dapat Layanan KB Gratis

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mampu mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Meski bertambah, indikatornya bukan disebabkan angka kelahiran. Tapi lebih karena faktor urbanisasi. Upaya ini tak lepas perhatian pemerintah terhadap program KB. Itu bisa dilihat dari keberhasilan Pemkot mencapai target pelayanan KB dalam peringatan Hari Keluaga Nasional (Harganas). Dari 2.000 yang ditargetkan, Pemkot mampu melayani 2.164 akseptor

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya tidak mudah mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program ini. Apalagi dilaksankan ditengah pandemi Covid-19. Rinciannya, sebanyak 10 akseptor metode operasi wanita (MOP), 28 spiral, 231 pemasangan implant, 350 suntik, 1.452 pil, dan metode kontrasepsi menggunakan kondom sebanyak 93 akseptor. “Tapi atas upaya kita yang kuat, program berjalan lancar. Secara keleseluruhan pemerintah bisa mencapai target sejuta akseptor. Begitupun BKKBN Sultra. Di Kendari sendiri dari target 2.000, Alhamdulillah kita bisa capai 2.164 akseptor. Ini prestasi yang luar biasa dalam upaya pengendalian penduduk,” jelasnya.

Ia meminta jajarannya untuk lebih mengintensifkan pelayanan KB agar dapat menghasilkan keluarga yang berkualitas, produktif dan sejahtera. “Kita ingin masyarakat bisa merencanakan keluarganya dengan baik, sehingga dapat menghasilkan generasi bangsa yang berkualitas yang siap menghadapi tantangan dan membangun kota ini,” kata Sulkarnain. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari Hasria menjelaskan, program KB tidak hanya berbicara penggunaan dan manfaat dari pada alat kontrasepsi. “Jika membahas soal KB, yang paling utama adalah bagaimana kita melakukan pembinaan ketahanan keluarga menuju keluarga kecil, bahagia, sejahtera dan berkualitas,” jelasnya.

Nah, untuk mencapai tujuan tersebut lanjut lanjut Hasria, maka perlu menerapkan program KB, salah satunya untuk menghindari 4T yaitu, melahirkan terlalu muda, terlalu banyak anak, terlalu rapat (jarak kelahiran anak) dan melahirkan terlalu tua. “Usia ideal bagi pria untuk menikah adalah 25 tahun, sedangkan bagi wanita adalah 20 tahun. Mengatur jarak kelahiran anak itu sangat penting terutama bagi pasangan yang belum mapan karena akan menjadi beban dalam keluarga jika anak banyak tetapi tidak ditopang dengan perekonomian yang memadai,” ungkapnya. Dalam memaksimalkan pelayanan KB, 56 faskes akan terus ditingkatkan kualitasnya. Itu demi mewujudkan kesejahteraan keluarga dengan mengatur jarak kelahiran anak. “Insya Allah, kita akan berusaha melayani akseptor sebanyak-banyaknya,” pungkasnya. (b/ags)

Pelayanan KB di Harganas
– Metode Operasi Wanita 10 Akseptor
– Spiral 28 Akseptor
– Pemasangan Implant 231 Akseptor
– Suntik 350 Akseptor
– Pil 1.452 Akseptor
– Kondom 93 Akseptor
– Jumlah 2.164 Akseptor

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy