Wali Kota Kendari Berbagi Strategi Penanganan Covid-19 di HUT Apeksi – Kendari Pos
Metro Kendari

Wali Kota Kendari Berbagi Strategi Penanganan Covid-19 di HUT Apeksi

KENDARIPOS.CO.ID — Perayaan hari jadi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tahun 2020 ini berbeda. Jika biasanya, pelaksanaan HUT-nya digelar secara bergiliran. Tahun ini, hanya dilakukan secara virtual. Kendati hanya melalui teleconfren, namun tak mengurangi spirit para Wali Kota se-Indonesia ini. Mereka saling berbagi saran dan solusi termasuk dalam upaya percepatan penanganan virus corona.

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir memdapat kesempatan memberi pandangan. Baginya, Apeksi bukan hanya jembatan penghubung antara pemerintah Kota yang ada di Indonesia melainkan turut berkontribusi dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. “Saat ini, semua komponen pemerintah dan elemen masyarakat tercurahkan untuk pencegahan, pengawasan terhadap orang-orang yang memiliki kemungkinan terpapar dan proses penyembuhan pasien baik yang terduga maupun yang sudah positif,” kata Sulkarnain kemarin.

Pemkot Kendari kata dia, telah melakukan berbagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Seperti menggalang dukungan semua elemen bahu membahu berkontribusi dalam setiap upaya untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya masing-masing. “Upaya yang paling sederhana namun paling penting dalam mengendalikan penyebaran virus ini adalah dengan menahan diri untuk tidak meninggalkan tempat tinggal masing-masing atau tetap berada dirumah saja jika tidak ada keperluan mendesak,” kata Sulkarnain.

Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir saat mengikuti syukuran hari jadi Apeksi ke-20 tahun yang dilaksanakan secara virtual.

Di sisi lain, pihaknya menerapkan social and physical distancing dan meminta warga tetap dirumah agar menekan kontak fisik yang terjadi terutama di tempat-tempat umum. Salah satunya, mengoptimalkan e-learning atau sistem pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan media daring dan teknologi informasi. Selain itu, institusi pemerintahan, organisasi, perusahaan dan lembaga formal pun mengambil kebijakan yang sama. “Sebagai bagian dari gerakan Work From Home (WFH), saat ini banyak diselenggarakan pertemuan-pertemuan daring baik untuk keperluan kerja maupun untuk diskusi dan pertukaran informasi dan pengetahuan,” kata Sulkarnain.

Ia tak memungkiri, anjuran tinggal di rumah saja melalui gerakan ternyata tidak mudah dilakukan oleh sebagian besar masyarakat, apalagi dalam jangka waktu yang cukup lama atau minimal 14 hari sesuai dmasa inkubasi virus tersebut. “Masalahnya untuk kalangan masyarakat dengan penghasilan yang pas-pasan di mana tiap harinya mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka inilah yang harus diperhatikan pemerintah sebab mereka yang paling terkena dampak,” ujarnya.

Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Airin Rachmi Diany mengatakan, keberadaan Apeksi harus dapat dirasakan manfaatnya. Untuk dapat menjadi organisasi yang dapat memberikan banyak kontribusi dan dibutuhkan. Pertama, Apeksi harus mampu menjadi organisasi yang mampu memberikan solusi. Kedua, harus mampu menjadi pioneer atau pelopor melalui inovasi, terobosan dan penelitian, sehingga akan dijadikan organisasi rujukan. “Ketiga harus mampu menjadi institusi yang menerapkan prinsip-prinsip manajemen moderen seperti adaptif, proaktif, mampu membaca peluang dan organisasi pembelajar (learning organization),” jelasnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy