Tengkulak Mainkan Harga, Petani di Konawe Mengeluh – Kendari Pos
Konawe

Tengkulak Mainkan Harga, Petani di Konawe Mengeluh

Gusli Topan Sabara


KENDARIPOS.CO.ID — Petani di kecamatan Pondidaha dibuat mengelus dada oleh para tengkulak yang membeli gabah mereka. Hasil tanaman padi yang seharusnya terjual seharga Rp 3.600 per kilogram, hanya mau dibeli oleh spekulan tersebut dengan harga Rp 3.500 per kilogram. Ulah tengkulak yang nekad memainkan harga diluar kesepakatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe dan Badan Urusan Logistik (Bulog) itu membuat petani pada empat desa di Kecamatan Pondidaha, meradang. Para petani yang mengeluh itu berasal dari Desa Lalonggatomi, Laloika, Ahuawatu dan Belatu.

Salah seorang petani di Desa Laloika, Kecamatan Pondidaha, Ali, mengeluhkan harga jual gabah dibawah standar tersebut. Padahal sepengetahuannya, bulan Mei lalu sudah ada kesepakatan antara Pemkab dan Bulog Konawe bersama Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Konawe. Dalam pertemuan itu, semua pihak sepakat agar pengusaha jasa penggilingan yang menjadi mitra Bulog harus membeli gabah petani dengan harga minimal Rp 3.600 per kilogram.

“Gabah di sini hanya dibeli Rp 3.500 atau Rp 350 ribu per kwintal. Ada potongan 15 kilogram dari setiap karung gabah yang terkumpul. Belum lagi ongkos ojek yang mencapai Rp 30 ribu. Kami di sini jadi korban tengkulak,” keluhnya di hadapan Wabup Konawe Gusli Topan Sabara yang datang meninjau situasi banjir di Laloika.

Ali menambahkan, ada empat desa yang mengalami pemotongan harga dari spekulan nakal tersebut. Yakni, petani di Desa Lalonggatomi, Laloika, Ahuawatu dan Belatu. Luas hamparan sawah di kawasan tersebut mencapai kurang lebih 400 hektare. Wakil Bupati (Wabup) Konawe Gusli Topan Sabara, dibuat terkejut dengan ulah tengkulak yang masih nekad memainkan harga diluar kesepakatan tersebut. Ia geram dengan tindakan itu dan berjanji akan menindak para tengkulak maupun peluncur yang bandel itu.

“Harga Rp 3.600 per kg atau Rp 350 ribu per kwintal itu sudah kesepakatan dengan pihak Bulog. Kita tidak mau lagi para tengkulak ini bermain-main di petani. Kita akan berantas model-model seperti ini,” janji mantan Ketua DPRD Konawe itu.
Gusli mengancam menutup penggilingan padi yang telah memainkan harga pembelian gabah petani di Kecamatan Pondidaha itu. Sebab menurutnya, hal tersebut sangat tidak adil bagi para petani.

Semestinya, tidak boleh lagi ada pihak-pihak yang bermain diluar acuan harga yang telah disepakati tersebut. “Saya akan tinjau langsung para petani di bawah. Ini sangat tidak adil. Kita akan tindaklanjuti secepatnya. Tengkulak dan tempat penggilingan yang dimaksud tersebut akan kita tutup izin operasinya,” ancam Gusli Topan Sabara. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy