SWI OJK Temukan Pinjaman Online Ilegal Berkedok KSP – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

SWI OJK Temukan Pinjaman Online Ilegal Berkedok KSP

Ridhony M. H. Hutasoit

KENDARIPOS.CO.ID — Satgas Waspada Investasi (SWI) menemukan 50 aplikasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang diduga melakukan penawaran pinjaman online (pinjol) ilegal yang kegiatannya tidak sesuai dengan prinsip perkoperasian.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan penggunaan aplikasi Koperasi Simpan Pinjam ilegal itu bertujuan untuk mengelabui masyarakat seakan-akan penawaran pinjaman online memiliki legalitas dari Kementerian Koperasi.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, dan bersepakat bahwa KSP tidak boleh melakukan usaha dengan aplikasi pinjol karena bisa diakses oleh masyarakat umum yang bukan anggota atau calon anggota KSP dan melanggar ketentuan perundang-undangan Koperasi,” kata Tongam dalam keterangan resminya yang diterima Kendari Pos, Rabu (3/6).

Tongam menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi SWI dengan Kementerian Koperasi dan UKM mengenai koperasi yang diduga melakukan penyimpangan, maka Kementerian Koperasi dan UKM bersama SWI sepakat melakukan penindakan terhadap koperasi yang terbukti melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku, memberikan pembinaan terhadap koperasi yang masih melakukan kegiatan yang belum sesuai dengan jati diri dan prinsip koperasi, melakukan normalisasi/rehabilitasi terhadap koperasi yang tidak melakukan praktek pinjaman online di luar anggota dan memiliki legalitas badan hukum dan ijin usaha simpan pinjam sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Secara khusus SWI bersama Kementerian Koperasi dan UKM sepakat melakukan normalisasi pada tahap pertama terhadap 35 koperasi,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat karena mengenakan bunga dan fee yang sangat tinggi, jangka waktu pinjaman singkat, dan diduga melakukan penyebaran data pribadi serta intimidasi pada saat peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman tepat waktu.

“Sejak 2018 sampai saat ini, SWI telah menghentikan kegiatan 2.536 pinjaman online ilegal. Jika menemukan tawaran pinjaman online yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Ridhony M. H. Hutasoit mengatakan, penggunaan aplikasi online atau teknologi informasi dalam meningkatkan competitive advantage merupakan hal yang sangat wajar dalam bisnis, khususnya dalam mengantisipasi perbahan zaman. Namun, yang tidak tepat adalah apabila pelaksanaan bisnis koperasi tidak sesuai ketentuan. Oleh karenanya, KSP tidak boleh melakukan penawaran pinjaman online karena bisa diakses masyarakat umum yang bukan anggota dan hal tersebut melanggar prinsip perkoperasian.

“Misalnya, KSP yang ikut menjalankan kegiatan usaha jasa keuangan. Untuk melaksanakan aktivitas ini, maka wajib mendapat izin OJK, misalnya dalam bentuk usaha Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS),” ujar Ridhony, kemarin. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy