Ratusan Miliar BLT-DD di Sultra Tersalurkan, Masih ada 102 Desa Belum Tuntas – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Ratusan Miliar BLT-DD di Sultra Tersalurkan, Masih ada 102 Desa Belum Tuntas


KENDARIPOS.CO.ID — Skenario pemerintah pusat menyelamatkan rakyat dari kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 mampu dituntaskan pemerintah daerah. Di Sultra, ratusan miliar rupiah duit rakyat berupa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) sudah kembali di tangan rakyat. Sekira Rp.269 miliar lebih dana BLT DD tersalurkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Sultra, Tasman Taewa mengatakan hingga 31 Mei 2020 realisasi penyaluran BLT DD telah dilakukan di 1.809 desa dengan nilai nominal sekira Rp.110.079.600.000. “Total desa penerima BLT DD sekira 1.911 desa dengan jumlah penerima sekira 149.599. Untuk anggaran keseluruhan BLT DD hingga tiga kali pencairan untuk 15 kabupaten sekira Rp.269.278.200.000. Per 31 Mei kemarin sekira 1.809 desa yang disalurkan sekira Rp.110.079.600.000 dan masih ada sekira 102 desa yang belum tersalurkan,” rinci Tasman Taewa kepada Kendari Pos, Rabu (3/6).

Jika dipersentasekan, realisasi BLT DD di Sultra menyentuh angka lebih dari 95 persen. 102 desa yang belum tuntas menyalurkan BLT DD itu tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Konawe 73 desa, Konawe Selatan 14 desa dan Bombana 15 desa. “Mereka yang belum menyalurkan diharapkan sesegera mungkin menuntaskan. Sebab BLT DD untuk masyarakat miskin yang terdampak pandemi Covid-19. Segera disalurkan karena mereka juga sangat membutuhkan saat ini,” ujar Tasman Taewa.

Setiap penerima manfaat BLT DD akan menerima sekira Rp.600 ribu per bulan, terhitung April hingga Juni ini. Totalnya mencapai Rp.1,8 juta. Sebisa mungkin BLT DD disalurkan secara nontunai atau transfer perbankan. Namun jika benar-benar tidak memungkinkan dapat diberikan secara tunai. “Tidak mutlak, tapi usahakan betul secara nontunai. Kalau tidak bisa nontunai juga tidak apa-apa yang penting sampai ke penerima dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik,” tandas Tasman Taewa.

Sementara itu, pemerintah pusat sudah memutuskan mengurangi nominal manfaat bansos Covid-19. Jika semula diberikan sekira Rp.600 per bulan, nantinya menjadi Rp.300 Ribu per bulan. Meski nominal berkurang, pemerintah menambah masa pemberian bansos hingga Desember 2020, terhitung mulai bulan Juli.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dilanjutkan terhitung Juli hingga September 2020. Nominalnya juga ikut berkurang dari Rp.600 ribu menjadi Rp.300 ribu per bulan. “Diputuskan dalam sidang kabinet, yakni untuk bansos yang selama ini diberikan dalam bentuk sembako, diperpanjang sampai Desember 2020,” ujar Sri Mulyani usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/6).

Rapat terbatas itu membahas Penetapan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Perubahan Postur APBN Tahun 2020. Sebelumnya, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran bansos hanya sampai September 2020. “Penyaluran bansos ini akan dilakukan secara tunai non-cash melalui transfer ke nama dan akun penerima sesuai data di Kemensos atau kerja sama dengan Pemda,” ungkap Sri Mulyani. (rah/jpg/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy