PT VDNI : 500 TKA Merupakan Tenaga Ahli – Kendari Pos
Nasional

PT VDNI : 500 TKA Merupakan Tenaga Ahli

Pekerja PT. Virtue Dragon Nikel Indsutri mengikuti apel.

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 156 dari 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok telah berada di Kabupaten Konawe, tepatnya di kawasan pertambangan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Mereka masuk ke Indonesia setelah melewati pemeriksaan kesehatan sesuai protokol pencegahan Covid-19 yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).

Sejak keberangkatan dari Tiongkok, para TKA itu telah menjalani serangkaian prosedur pemeriksaan yang cukup ketat. Termasuk, pengecekan visa kerja para TKA dan pemeriksaan terhadap penyakit menular seperti HIV/Aids.

External Affair Manager PT VDNI, Indrayanto mengatakan para TKA itu juga telah menjalani proses karantina selama 14 hari untuk memastikan mereka terbebas dari virus korona. “Mereka semua menggunakan visa 312 alias visa kerja sebelum masuk ke Indonesia,” ujar Indrayanto, Jumat (26/6) kepada Kendari Pos.

Para TKA ini sambungnya, sempat transit di Manado sebelum beranjak menuju bandara Haluoleo Kendari. Di sana, mereka diclearence (diperiksa, red) oleh otoritas setempat termasuk pengecekan visa kerja. Setelah clear di Manado, TKA itu diterbangkan lagi menuju bandara Haluoleo Kendari.

Tiba di Kendari para TKA ini kembali menjalani proses clearence oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kendari secara satu persatu. Surat clearance yang dikeluarkan pihak KKP Kendari ditujukan kembali ke pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe. Sebab, mereka juga memiliki kewenangan memastikan kondisi TKA yang masuk itu tak mengidap penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB), Hepatitis dan HIV/Aids.

“Dinkes Konawe menggunakan peraturan daerah (Perda) nomor 13 tahun 2018 tentang pemeriksaan kesehatan bagi TKA. Nah, kita sudah lakukan itu semua. Jadi, tidak hanya rapid test. Komplit disitu dilakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel darah para TKA. Mungkin beberapa hari kedepan baru keluar hasilnya,” ungkap Indra, sapaan karib Indrayanto.

Dirinya menegaskan, 500 TKA Tiongkok yang akan didatangkan pihak manajemen PT VDNI merupakan tenaga skill yang rencananya bakal melakukan pembangunan 33 tungku (smelter) baru di kompleks pertambangan yang berlokasi di kecamatan Morosi tersebut. Smelter baru itu rencananya dibangun di PT Obsidian Stainless Stell (OSS).

“Hanya saja, di PT OSS itu juga ada pemasangan alat-alat stainless stell. Jumlahnya kurang lebih 12 tungku. Jadi, totalnya sekitar 45 tungku termasuk stainless stell yang akan dikerja oleh para TKA profesional tersebut,” bebernya.

Indrayanto menambahkan, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, setiap TKA yang masuk itu ada pendampingan 7 tenaga kerja lokal (TKL). Sehingga jika dikalkulasi, kalau 500 TKA yang masuk, secara otomatis ada lebih kurang 3.500 TKL yang bisa terserap.

“Di awal, TKA itu mungkin ditemani TKL senior yang sudah kita sekolahkan di Tiongkok sebanyak 150 orang. Sembari, kita juga merekrut TKL yang baru. Sebab, tenaga pendamping TKA juga harus ada tahapan proses pemelajaran dulu,” ungkapnya. (b/adv/adi).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy