Petahana Konsel Ditantang Dua Rival di Pilkada Lima Tahun Lalu – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Petahana Konsel Ditantang Dua Rival di Pilkada Lima Tahun Lalu


KENDARIPOS.CO.ID — Palagan Pilkada 2020 di Konawe Selatan (Konsel) didominasi wajah lama. Mereka adalah “veteran” Pilkada 2015, Muh.Endang SA dan Rusmin Abdul Gani. Sang petahana, Surunuddin Dangga ditantang dua rival di Pilkada lima tahun lalu.

Petahana dan penantang sudah wira wiri mencari dukungan partai politik sejak awal tahapan Pilkada sembari mengokohkan basis massa dan konsolidasi. Sebagai petahana, Surunuddin Dangga dinilai punya peluang besar untuk bertarung dan memenangkan Pilkada menunju periode kedua. Mantan Ketua DPRD Konsel itu getol membangun komunikasi dengan parpol pemilik kursi di DPRD. Saat ini tercatat enam parpol memberi respons untuk mendukung Surunuddin Dangga yakni NasDem, Partai Hanura, PKB, PBB, PKS dan Partai Golkar.

Mantan anggota DPRD Provinsi Sultra itu, sejak tahapan dimulai sudah memanaskan mesin politiknya meski tahapan sempat tertunda lalu dilanjutkan lagi. Komunitas pendukung dan tim sukses sudah terbentuk. Ada Brigade Surunuddin (Brigas), Palangga Bersatu untuk Surunuddin (Pambers), ada Komunitas Pendukung Surunuddin (Kompas), dan beberapa nama kelompok lain yang siap mendukung sang petahana. Mereka menyebar di seluruh penjuru Konsel. Wajar saja jika Surunuddin Dangga percaya diri menatap kontestasi Pilkada 2020.

Namun demikian, bukan berarti Surunuddin tak punya rival. Beberapa penantangnya seperti mulai Muhammad Endang, Rusmin Abdul Gani, dan Irham Kalenggo sudah bergerak mencari dukungan parpol maupun koalisi parpol. Ketiga penantang petahana itu membidik kursi kosong satu (01/bupati,red).

Irham Kalenggo, adalah Ketua DPD Partai Golkar Konsel. Saat ini menjabat Ketua DPRD Konsel. Berbekal dua kapasitas itu, tentu Irham punya basis yang besar dan militan. Sosialisasi dan konslidasi dimasifkan ke masyarakat. Santer disebut-sebut, Irham bakal menggandeng calon wakil dari unsur birokrasi. Beberapa baliho, foto Irham dan Beangga Harianto berdampingan.

Begitu juga Muhammad Endang. Ketua DPD Partai Demokrat Sultra itu adalah “veteran” dari palagan Pilkada 2015 lalu. Kala itu ia berhasil menempati perolehan suara kedua setelah pasangan Surunuddin-Arsalim. Dengan jumlah suara yang cukup fantastis, 33 ribuan. Di sisi lain, Endang masih punya basis yang jelas. Itu terbukti beberapa kali melewati pemilihan dukungan suaranya masih awet. Saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sultra. Sosok ini juga cukup diperhitungkan. Apalagi kerap menjadi perbincangan di masyarakat.

Penantang berikutnya adalah Rusmin Abdul Gani. Nama ini sudah tidak asing di meja KPU. Figur berakronim RAG ini pernah menjadi rival tanding Surunuddin dan Muhamad Endang pada Pilkada 2015. Hanya saja saat itu ia dan pasangannya H Muhlis mengambil jalur perseorangan alias nonpartai.

Meski perolehan suara mereka paling buntut kala waktu itu, setidaknya Rusmin sudah punya dasar. Kali ini, nama RAG kembali muncul di permukaan. Bahkan sudah menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat Konsel. Di kontestasi Pilkada 2020 ini, Rusmin memilih menggunakan jalur partai. Adalah Ketua DPC PDI-Perjuangan Konsel, Senawan Silondae disebut-sebut sebagai bakal calon pendamping Rusmin.

Konon, saat ini pasangan berakronim RAG-SS ini sudah mengantongi surat tugas dari partai Hanura. Sementara PDI-Perjuangan yang punya lima kursi di DPRD Konsel dipastikan mendukung kadernya di Pilkada. Kendatipun sebagai calon wakil Bupati.

Sang petahana Surunuddin mengaku sudah mengantongi rekomendasi Partai Nasdem, pemilik lima kursi di DPRD Konsel. Sedangkan Partai Hanura (dua kursi), PBB (satu kursi), PKS (satu kursi), PKB (dua kursi) dan Partai Golkar (enam kursi) baru memberikan surat tugas.
“Nasdem, Golkar, Hanura, PKS, PKB dan PBB sudah berikan sinyal, baik melalui surat tugas maupun rekomendasi. Kalau yang lain masih kabur, tapi saya tetap berharap bisa diusung,” ujar Surunuddin Dangga kepada Kendari Pos, Senin (29/6).

Surunuddin sangat berharap mendapat rekomendasi PDIP dan Partai Golkar yang sebelumnya telah memberi sinyal dalam bentuk surat tugas. “Sebagai kader Golkar, tentu saya harap bisa dukung saya, tapi kalaupun mengusung yang lain, silakan,” ungkapnya.

Ditanya siapa figur yang bakal digandengnya sebagai bakal calon wakil bupati, Surunuddin mengaku masih melihat kompetitor yang lain yang akan tampil. “Banyak yang minta untuk jadi wakil, baik dari kalangan politisi maupun birokrasi. Hanya saja saat ini kita masih tunggu siapa nanti kompetitor kita. Karena untuk cari wakil ada tiga hal. Yakni harus ada hitungan politik,elektabitas, dan isu politik,” terangnya.

Surunuddin menepis informasi hoaks yang beredar bahwa sudah pecah kongsi dengan Wakil Bupati Konsel, Arsalim Arifin. “Saat ini saya masih jalankan tugas bersama Arsalim. Sampai saat ini masih kompak bekerja sesuai komitmen kami selama menjabat. Jadi kalau ada isu (pisah) di luar, itu tidak benar. Buktinya saya masih jalan sama-sama. Bahkan kalau saya keluar daerah, Arsalim tinggal. Begitu sebaliknya,” ungkapnya sambil melirik Arsalim yang mendampinginya.

Rusmin Siap Tarung, Endang Belum Ambil Sikap

Rusmin Abdul Gani (RAG) menunjukan keseriusannya tampil di kontetasi Pilkada Konsel.
Rusmin bahkan menggandeng Ketua DPD PDI-Perjuangan Konsel, Senawan Silondae. Kedua berakronim Bersama Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae (Berlian). “Saat ini sudah ada dua parpol. Yakni PDIP dan Hanura. Jadi soal maju atau tidaknya, RAG atau Berlian siap maju,” ungkap Jefry, tim pemenangan Berlian Center saat dihubungi Kendari Pos, kemarin.

Jefry mengklaim 90 persen dua partai itu siap mendukung Berlian. “Itu dibuktikan dengan surat tugas. Minggu depan surat dari PDIP sudah keluar. Kenapa kita optimis, karena berdasarkan syarat dari DPP partai PDIP sudah terpenuhi,” terangnya sembari menambahkan pihaknya intens berkomunikasi dengan PAN dan PBB.

Sementara itu, bakal calon lainnya, Muhammad Endang, hingga saat ini belum memberikan kepastian resmi termasuk dukungan parpol. “Saya belum bisa memberikan komentar, saya sudah hubungi pak ketua (Endang red) tapi beliau bilang jangan dulu. Nanti dia akan sampaikan secara resmi di publik,” ungkap Ramlan, kader Partai Demokrat sekaligus Ketua Fraksi Demokrat DPRD Konsel saat dihubungi Kendari Pos.

Ketika ditanya keseriusan Muhammad Endang untuk bertarung di Pilkada 2020, dan terkait foto Endang bersama Wahyu Ade Pratama sebagai pasangan bakal calon, Ramlan tak menampik. “Iya, sudah final,” ujar Ramlan.

Pengamat politik Sultra, Dr. Najib Husain mengatakan Surunuddin Dangga punya keunggulan sekira 30 persen dari para penantangnya. Keunggulan dipengaruhi posisi Surunuddin saat ini sebagai petahana. Pada prinsipnya telah mengantongi basis massa, mesin politik maupun kekuatan penunjang lainnya untuk kembali tampil memenangkan kontestasi. Hanya saja tak boleh percaya diri yang tinggi.

Pasalnya survei terakhir memposisikan Surunuddin pada tren 40 persen. Tentu hasil tersebut akan menjadi pekerjaan rumah politik di waktu yang tersisa dua bulan ke depan.

“Jika pada saat pemilihan nanti, petahana akan berhadapan dengan tiga figur atau minimal dua maka potensi kemenangan sangat besar diraihnya. Namun jika petahana hanya melawan satu figur maka dampaknya akan sangat merepotkan petahana. Dan yang dikhawatirkan ialah figur-figur yang mencuat ke publik saat ini bersatu untuk melawan petahana. Jika itu terjadi, maka dipastikan pilkada Konsel akan berlangsung dengan tensi yang tinggi. Untuk hasilnya biarlah takdir yang menjawab,” ujar Najib Husain, kepada Kendari Pos, Senin (29/6).

Menurut Najib, apabila Irham Kalenggo mendapatkan restu Partai Golkar, maka akan menjadi keyakinan utuh baginya untuk tampil dalam ajang pilkada nanti. Namun sebaliknya posisi Golkar memihak ke figur lain maka bisa berdampak menyulitkan langkah Irham. “Bahkan sangat kecil kemungkinan untuk bisa maju,”kata Najib.

Sedangkan Muhammad Endang, kata Najib, merupakan figur yang telah mengantongi dua kendaraan politik yakni Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Dan kemungkinan masih akan bertambah.

“Jika mampu merebut Golkar dan Hanura maka bisa menjadi keunggulan besar ditahap awal bagi Endang. Dan situasi politik diprediksi akan berubah menjadi head to head (satu lawan satu) antara Endang berhadapan dengan petahana. Alias mengulang drama rival lama pilkada lima tahun sebelumnya,”tutur Najib Husain. (kam/m6/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy