Penderita DBD Capai 63 Kasus di Baubau, 1 Pasien Meninggal Dunia – Kendari Pos
Bau-bau

Penderita DBD Capai 63 Kasus di Baubau, 1 Pasien Meninggal Dunia

KENDARIPOS.CO.ID — Wabah deman berdarah dengue (DBD) terus menjangkiti warga di Kota Baubau. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue akibat ditularkan gigitan nyamuk aedes aegypti itu tak kalah mencemaskan dengan wabah corona. Sepanjang tahun 2020 ini, kasus DBD di kota pemilik benteng terluas di dunia itu, sudah mencapai puluhan kejadian. Bahkan telah menelan satu korban jiwa. Data yang dihimpun Dinas Kesehatan setempat mencatat, sebaran penyakit DBD di Kota Baubau hampir terjadi pada semua kecamatan. Jumlah kejadian yang tercatat setiap bulan cenderung mengalami peningkatan. Pada Januari jumlah kejadian DBD sebanyak 12 kasus, Februari 13 kasus dan Maret 22 kasus. Pada April mulai menurun menjadi 14 kasus, dan pada awal Mei hanya mencatat dua kasus.

“Sampai saat ini kejadian DBD di Baubau sudah mencapai 63 kasus. Satu kejadian yaitu seorang bayi dari Kelurahan Batulo tercatat meninggal dunia,” kata Kepala Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinkes Kota Baubau, Marfiah Tahara saat dikonfirmasi, Selasa (2/5). Ia menjelaskan, korban meninggal dunia karena lambatnya penanganan yang dilakukan. Diakuinya, itu karena dampak dari informasi tentang wabah virus corona yang lebih mencemaskan.

dbd

“Saat itu masih puncak-puncaknya Covid-19, jadi ada keraguan karena saat itu pasien demam. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit juga sudah agak terlambat. Pasien sudah lemas sehingga tidak tertolong lagi,” terangnya. Kata Marfiah, 63 kasus DBD yang terjadi hingga awal Mei 2020 cenderung mengalami penurunan jika dibanding dengan kejadian DBD Januari-Mei 2019 lalu. Semua itu bisa menjadi tolak ukur akan meningkatnya kesadaran pola hidup bersih dan sehat dari masyarakat. “Kalau 2019 lalu pada Januari-Maret kasus DBD sudah sampai 60 kejadian. Jika dibanding kejadian tahun ini, mengalami penurunan. Mungkin karena Covid ini, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan meningkat,” ungkapnya.

Marfiah menambahkan, kendati saat ini fokus pegawai kesehatan melawan wabah virus corona, namun perhatian akan bahaya DBD tidak luput dari pantauan. Petugas kesehatan tetap dikerahkan untuk membasmi jentik-jentik nyamuk. Khususnya pada wilayah yang ada kasus kejadian DBD. “Makanya kita selalu mengimbau agar masyarakat menjaga kondisi lingkungan tetap bersih. Jangan biarkan ada media yang bisa membuat genangan air terjadi. Sebab itu bisa menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk,” tutupnya. (b/ahi)

Data Penderita DBD Sejak Januari-Mei 2020 :
Januari : 12 kasus
Februari : 13 kasus
Maret : 22 kasus
April : 14 kasus
Awal Mei : 2 kasus.
*) Satu pasien meninggal dunia

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy