MUI Sultra : Daerah Zona Hijau Silahkan Salat Berjamaah di Masjid – Kendari Pos
Metro Kendari

MUI Sultra : Daerah Zona Hijau Silahkan Salat Berjamaah di Masjid

KENDARIPOS.CO.ID — Sebaran pendemi covid-19 tak kunjung memberi isyarat akan berakhir. Untuk itu, pemerintah berencana akan memberlakukan tatanan kehidupan normal baru atau “New Normal Life”. Tujuannya menciptakan perubahan perilaku masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas normal. Namun tetap dalam koridor menerapkan protokol kesehatan. Menyikapi hal tersebut, Organisasi Keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor Kep-1188/DP-MUI/V/2020 perihal pengaktifan kembali rumah ibadah menyambut Kehidupan Normal Baru ditengah wabah covid-19.

Ketua MUI Sultra, Dr KH. Mursyidin menuturkan saat ini kondisi sosial dihadapkan dengan situasi ketidakpastian kapan akan terlepas dari ancaman virus corona. Apalagi hingga kini belum ditemukannya vaksin atau obat yang bisa menyembuhkan penderita covid. Maka dari itu, menyambut rencana pemerintah menerapkan tatanan kehidupan normal baru pihaknya menghimbau kepada umat Islam agar tetap menjaga kesehatan dengan dengan menaati protokol kesehatan pencegahan corona virus disease atau covid-19. “Bagi masyarakat yang berada di kawasan zona hijau atau daerah aman dari penyebaran wabah corona, dibolehkan untuk melaksanakan ibadah di mesjid secara berjamaah. Misalnya sholat jumad dan sholat maktubah,” kata Dr. KH. Mursyidi kepada Kendari Pos, Senin (1/6).

Dalam pelaksanaan ibadah berjamaah sambungnya, tetap senantiasa menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman virus tak kasat mata itu. “Sebagaimana pepatah tua, sedia payung sebelum hujan. Artinya masyarakat harus tetap waspada dan senantiasa disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, termasuk tidak berpergian ke luar daerah. Apalagi jika berpergian ke daerah dengan status zona merah, itu tidak boleh,” tegasnya.

Untuk kawasan tingkat penyebaran covid-19 belum terkendali, tidak diperkenankan menjalankan ibadah secara berjamaah atau menghadirkan kerumunan banyak orang. Hal itu untuk mencegah melonjaknya korban penderita virus asal Kota Wuhan itu. Ketentuannya mengacu pada Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaran ibadah dalam kondisi darurat. “Sangat dilarang tegas menunaikan ibadah berjamaah di tengah kondisi daerah yang masih berstatus zona merah. Alasannya, berbahaya dan berpotensi besar memperparah melonjaknya jumlah korban penderita covid-19,” ucap Tokoh teladan umat Islam di Sultra. (b/m6)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy