Mengapa Menolak Komunisme?, Oleh : Ilyas Alimuddin – Kendari Pos
Opini

Mengapa Menolak Komunisme?, Oleh : Ilyas Alimuddin

Ilyas Alimuddin, Dosen Ilmu Ekonomi FEB UHO Kendari


Pembahahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Pro-kontra pun terjadi. Membelah sikap masyarakat. Meski pembahasannya telah ditunda, penolakkan tetap terjadi. Banyak yang menginginkan RUU HIP dibatalkan sama sekali. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah adanya kekhawatiran oleh pihak yang kontra yakni tidak dicantumkannya TAP MPRS XXV/1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), Pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di seluruh Wilayah Negara Indonesia, dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran komunisme/Marxisme.

Hal inilah yang menyebabkan adanya kekhawatiran jangan sampai RUU HIP justru membuka ruang tumbuhnya kembali paham komunisme di Indonesia. Setidaknya ada beberapa aspek yang menjadi alasan kenapa muncul kekhawatiran dan sampai menolak paham komunisme, selain tentunya karena bertentangan dengan ideologi negara. Pertama aspek historis, penerapan ide komunisme yang diperjuangkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) menyisakan sejarah kelam nan memilukan. Pemberontakan yang dilakukan oleh PKI telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Pemberontakan PKI Madium tahun 1945 dan Pemberontakan PKI tahun 1965 yang mencoba melakukan kudeta telah menyebabkan banyaknya korban jiwa.

Pemberontakan atau pembantaian partai komunis yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa tak hanya terjadi di Indonesia tapi juga terjadi di banyak negara. Sebutlah misalnya di Uni Soviet dibawah pimpinan Lenin, China dibawah pimpinan Mao Zedong, Kamboja dibawa pimpinan Pol pot dan negara lainnya. Selama kurun waktu 1917-1991 itu partai komunis membantai 120 juta manusia di 76 negara sehingga rata-rata 4.500 0rang sehari selama 74 tahun. Ada dua penyebab kematian yang pertama pembantaian dan kegagalan penerapan sistem ekonomi komunisme yang menyebabkan kelaparan yang berujung kematian.

Sejarah kelam ideologi komunisme ini yang membuat ketakutan masyarakat internasional. Kedua, aspek religiusitas. Sebagaimana diketahui bahwa komunis dibangun di atas dasar dialektika materialisme dan historis. Materialisme dianggap sebagai sumber segala sesuatu, berarti menafikan keberadaan Pencipta. Karenanya wajar komunisme tidak akan pernah sekamar dengan agama. Dalam ungkapan Marx mengatakan agama adalah candu.

Pandangan hidup ini tentu sangat bertolak belakang dengan kehidupan di negeri ini yang sangat religius. Karenanya paham komunisme tidak pantas hidup di negeri ini yang mengakui keberadaan agama. Ketiga, aspek teoritis, ide-ide komunisme dari tinjauan teoritis sudah begitu banyak dibantah dan dibuktikan kesalahaannya. Membincang tentang komunisme tidak bisa dilepaskan dari Karl Marx sebagai tokoh sentral pencetus ideologi komunisme. Bukunya yang berjudul Das Capital dan Manifesto Komunis boleh dikatakan kitab suci ideologi komunisme.

Das Capital sebuah karya yang merupakan kritik terhadap pemikiran Adam Smith yang mengusung ide kapitalisme. Kelahiran komunisme sendiri adalah merupakan anti tesis dari kapitalisme. Perjuangan kaum proletariat melawan kaum borjuis. Memang benar Marx memberikan kritik yang sangat luar biasa terhadap pandangan ekonomi pasar/ kapitalisme yang digaungkan oleh Adam Smithdan pemikir ekonom klasik lainnya. Namun demikian kritikan yang sekaligus menjadi bangunan ekonomi komunisme berhasil dibantah oleh pemikir Neo Klasik seperti Stanley Jevons, LeonWalras, Karl Menger dan Alfred Marshal. Keempat pakar ekonomi klasik berhasil merobohkan bangunan teori nilai lebih Marx (surplus value). Sampai sekarang belum ada pemikir sosialis komunisme yang mampu mematahkan argumentasi kaum klasik. Sehingga bisa dikatakan sistem ekonomi pasar telah mengalahkan sistem ekonomi sosialisme komunisme.

Dalam dunia akademik sistem ekonomi komunisme diajarkan. Sebagaimana diajarkannya sistem ekonomi kapitalisme, Islam maupun Pancasila (sistem ekonomi campuran). Pelajaran ini dipaparkan untuk mengetahui kelemahan dan kerusakan sistem ekonomi komunisme, sehingga pada akhirnya tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah terjadi. Keempat, aspek praktis, dalam buku yang berjudul Why Nation Fail?, Daron Acemoglu mengetengahkan contoh yang sangat menarik mengenai dua negara bertetangga yakni Korea Selatan dan Korea Utara yang memiliki banyak kesamaan seperti kesamaan geografis, kesamaan ras, namun secara ekonomi sangat jauh berbeda. Kemajuan ekonomi Korea Selatan dan kemandekan ekonomi Korea Utara didasari pada pilihan kelembagaan yang dibangun (institutional building). Korea Selatan dengan ekonomi terbuka (kapitalisme) dan Korea Utara dengan sistem ekonomi tertutup (komunisme). Pilihan inilah yang menyebabkan perbedaan mendasar antara dua negara bertetangga tersebut.

Selain contoh Korea Selatan yang maju dan Korea Utara terbelakang, ada banyak contoh yang membuktikan betapa negara yang menganut komunisme mengalami kemandekan. Uni Soviet yang pernah digdaya dengan ideologi komunisme, kini telah terpecah menjadi beberapa negara. Jerman Timur yang menganut komunisme, mengalami kemajuan setelah bergabung dengan Jerman Barat yang menerapkan ekonomi kapitalisme. Begitu pun negara-negara di Amerika Latin, seperti Venezuela, Bolivia, Kuba secara ekonomi jauh ketinggalan dengan negara-negara Amerika Utara yang menganut ekonomi kapitalisme. Bahkan terbaru Venezuela yang dilanda krisis ekonomi yang sangat hebat.

Termasuk pula negara Cina yang mengalami kemajuan ekonomi luar biasa saat ini, tidak bisa dilepaskan karena kebijakan ekonomi yang diambil, yakni mengubah haluan ekonomi tertutup menjadi ekonomi terbuka. Secara ekonomi, sistem ekonomi Cina menganut sistem ekonomi kapitalisme meski secara politik menganut sistem ekonomi sosialisme komunisme. Dalam tataran praktis tidak sulit menemukan bahwa negara-negara yang menganut ideologi komunisme mengalami keterbelakangan dibanding dengan negara yang menganut sistem ekonomi pasar atau kapitalisme. Dari paparan ini membuktikan betapa lemah dan berbahaya serta tidak kompatibelnya komunisme untuk mengatur negeri ini. Oleh karena sangatlah tidak rasional jika komunisme masih ada yang berusaha untuk menerapkannya. Jangan sampai negeri ini menjadi negeri yang merugi karena terus mengalami kesalahan yang sama. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy