Membangun di Tengah Anggaran Terbatas, Bupati Mubar Lobi Pemprov – Kendari Pos
Muna Barat

Membangun di Tengah Anggaran Terbatas, Bupati Mubar Lobi Pemprov

Bupati Mubar, Rajiun Tumada (dua dari kanan) blusukan meninjau progres pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya.


KENDARIPOS.CO.ID — Semangat membangun daerah untuk mengantarkan rakyat Muna Barat ke “padang” kesejahteraan tak pernah surut dari seorang Rajiun Tumada. Bupati pertama di Kabupaten Muna Barat (Mubar) itu punya tekad membawa Muna Barat setara dengan kabupaten lain di Sultra. Memang bukan langkah mudah, namun tak lantas Rajiun Tumada “miskin” ide dan kreativitas.

Beragam terobosan pembangunan dilakukan Bupati Mubar Rajiun Tumada untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Muna Barat, tentunya bersama Wakil Bupati Mubar, Achmad Lamani. Berbekal APBD yang terbatas, hanya berkisar Rp 593,9 miliar, Rajiun terus bergerak membangun infrastruktur dan noninfrastruktur.

Anggaran yang terbatas itu, harus berkurang karena adanya pandemi Covid-19. Pemkab Mubar pun melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran sekira Rp 14 miliar untuk percepatan penanganan Covid dan ketahanan pangan. Di tengah keterbatasan anggaran, mau tidak mau pembangunan harus terus bergerak dinamis.

Rajiun tak pernah patah arang. Kepiawaian menjalin jejaring di berbagai level pemerintahan, Rajiun Tumada mengupayakan sumber pembiayaan pembangunan. Salah satunya mengajukan dana hibah kepada Pemerintah Provinsi Sultra untuk pembangunan infrastruktur di Muna Barat.

Bupati Mubar, Rajiun Tumada meneguhkan komitmennya menggenjot pembangunan di segala sektor. Untuk itu keterlibatan semua stakeholder dari pusat ke daerah diupayakan guna percepatan pembangunan di Muna Barat. “Pemkab Muna Barat kembali mengusulkan alokasi hibah kepada Pemprov Sulawesi Tenggara guna mendanai beberapa infrastruktur prioritas di Muna Barat. Diantaranya infrastruktur jalan, irigasi, normalisasi sungai, dan tanggul pengaman pantai,”ujarnya kepada Kendari Pos, Kamis (18/6) kemarin.

Total anggaran hibah yang diajukan Rajiun kepada Pemprov Sultra sekira Rp 55 miliar. “Proposal sudah saya tandatangani. Kami intens berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pemprov Sultra. Insya Allah usulan ini dapat direalisasikan,”ungkapnya.

Bupati Mubar, Rajiun Tumada tak henti-hentinya mengapresiasi kedermawanan Gubernur Sultra, Ali Mazi yang ringan tangan membantu pemerintah kabupaten dan kota di Sultra. Bukan sekali ini saja Gubernur Sultra Ali Mazi punya perhatian besar terhadap pembangunan di Mubar. Perhatian Pemprov Sultra melalui Gubernur Ali Mazi sungguh besar terhadap ruas jalan Lagadi-Lindo sepanjang 15,2 kilometer. Berkat kebijakan Ali Mazi, kondisi ruas jalan Lagadi-Lindo kini sudah sangat baik. Karena itu, Rajiun Tumada berharap proposal pengajuan dana hibah dari Pemprov Sultra dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi perhatian Gubernur Sultra, H.Ali Mazi atas dukungan yang penuh pada percepatan pembangunan di Muna Barat khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” imbuh Rajiun Tumada.

Infrastruktur jalan ring road dibangun sepanjang 27 kilometer dengan lebar sekira 22 meter. Ibu kota kKabupaten Mubar, Laworo terkoneksi dengan wilayah lain melalui ring road yang membentang dari Wuna-Lafinde-Maperaha-Guali-Lakawoghe-Kasakamu-Wakoila-Waturempe-Tiworo.

Kepala Dinas PU Mubar, Karimin melalui Kabid Irigasi PURP Mubar, Surachman mengatakan concern utama tahun ini pemerintah daerah masih dibidang infrastruktur. Fokus infrastruktur ini merupakan aspirasi utama masyarakat yang dimasukkan melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Sebut saja pengaspalan jalur ringroad, irigasi, pembangunan tanggul pantai, dan drainase. “Ini adalah salah satu bukti keberpihakan Bupati Mubar terhadap aspirasi masyarakat pada umumnya. Yang akan menunjang peningkatan ekonomi rakyat yang sesuai visi misi bupati dan wakil bupati Muna Barat,”ungkapnya dalam sebuah kesempatan.

Meski fokus pada pembangunan infrastruktur, Bupati Mubar, Rajiun Tumada tak abai terhadp aspek pembangunan lainnya. Terbukti, baru-baru ini, tujuh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Mubar terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mubar, LM Isar Masiala mengatakan tujuh Puskesmas yang terakreditasi itu sudah diberikan sertifikat akreditasinya oleh Bupati Mubar, Rajiun Tumada. Tujuh Puskesmas itu adalah Puskesmas Guali, Lawa, Maginti, Tondasi, Tiworo Selatan, Kampobalano, dan Tikep.

Sebelumnya, sekira delapan Puskesmas mendapat nilai akreditasi pada Februari 2020 lalu. Dimana penilaian akreditasinya dilakukan pada bulan November 2019. Item penilaiannya adalah administrasi Puskesmas, Upaya kesehatan perorangan (UKP), Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM). “Dan penilaian terhadap bangunan fisik Puskesmas berupa penataan Puskesmas, ruangan pelayanan atau pendaftaran, ruang poli, ruang KIA dan lainnya. Alhamdulillah, 15 Puskesmas di Mubar sudah terakreditasi saat ini,”ungkap LM Isar Masiala.

Penataan ruang terbuka hijau tak luput dari perhatian Bupati Mubar, Rajiun Tumada. Rajiun mengandalkan kemampuan Organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab dalam penataan ruang terbuka hijau yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mubar.

Kepala DLH Mubar, Ali Imran menyebut program yang bakal dilakukan tahun 2020 ini ada penanaman pohon di sekitar hulu sungai dan pemasangan bronjong. “Lokasinya di daerah Lawa Raya dan sesuai rencana akan dilaksanakan pertengahan tahun 2020 ini,”ujarnya. (yaf/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy