Jembatan Darurat Latoma Mulai Dikerja – Kendari Pos
Konawe

Jembatan Darurat Latoma Mulai Dikerja

KENDARIPOS.CO.ID — Jembatan penghubung pada 10 desa di Kecamatan Latoma yang ambruk diterjang banjir pada tahun 2019, mulai dikerja. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe mengalokasikan anggaran Rp 600 juta untuk pembangunan jembatan darurat tersebut. Ditargetkan, jembatan darurat Latoma itu akan rampung dalam kurun waktu satu bulan kedepan. Pengerjaan jembatan tersebut ditandai dengan pelepasan empat unit alat berat ke Kecamatan Latoma, Senin (29/6), di kantor Bupati Konawe.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, mengatakan, dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020, pengerjaan jembatan Latoma memang sudah masuk rencana perbaikan pasca terjadinya banjir. Namun dengan adanya penyesuaian anggaran (refocusing), pos biaya pengerjaan jembatan di Latoma dialihkan untuk membantu percepatan penanganan Covid-19. “Pak Bupati Konawe juga sudah memerintahkan agar poros di Latoma yang terdampak banjir itu bisa segera diperbaiki,” ujar Gusli Topan Sabara, Senin (29/6), saat melepas empat alat berat untuk pengerjaan jembatan darurat itu.

Mantan Ketua DPRD Konawe tersebut menambahkan, dimulainya pengerjaan jembatan darurat di Latoma, secara otomatis menjawab kegelisahan warga yang menuntut perbaikan akses penghubung mereka. Gusli juga memastikan, pengerjaan jembatan akan melibatkan banyak pekerja lokal. Termasuk, material dari wilayah tersebut untuk pengerjaan jembatan. “Aspirasi dari warga Latoma sudah kita tindaklanjuti. Sehingga, mewakili Bapak Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, hari ini kita melepas satu set peralatan untuk segera menuntaskan infrastruktur tersebut,” ungkapnya.

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara (kanan), memberikan pengarahan kepada pegawai Dinas PUPR Konawe saat pelepasan empat alat berat untuk pembangunan jembatan darurat Latoma.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Konawe, Noor Jannah, menjelaskan, pengerjaan jembatan darurat Latoma ditandai dengan pelepasan excavator dan dump truck untuk membuka akses menuju wilayah tersebut. Ia pun menyebut, ada empat jembatan kecil menuju Latoma yang akan ikut diperbaiki. “Kalau jalan yang akan kami perbaiki di poros Latoma panjangnya kurang lebih 16 kilometer. Serta satu jembatan besar yang hanyut di Latoma. Itu yang akan kami buatkan jembatan penyeberangan darurat dengan maksimal beban 3 ton,” tuturnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas PUPR Konawe itu menuturkan, estimasi anggaran pembangunan jembatan darurat di Latoma itu mencapai Rp 600 juta dalam bentuk swakelola padat karya. Artinya, material pembangunan jembatan nantinya akan menggunakan produk lokal serta juga memberdayakan pekerja setempat. “Jika cuaca bagus dan material tidak ada yang terhambat, kita target satu bulan jembatan darurat itu sudah tuntas dikerja,” pungkas Noor Jannah. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy