Headline dari Wabula, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Headline dari Wabula, Oleh : La Ode Diada Nebansi

La Ode Diada Nebansi

KENDARIPOS.CO.ID — Ruslan Buton yang disebutkan berasal dari Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Namanya menjadi headline. Tiba-tiba tenar. Viral. Saya tertarik mengikuti beritanya. Terlepas dari pernyataan yang dianggap salah dan memenuhi unsur untuk ditangkap, ada beberapa hal yang disampaikannya dan, saya suka.

Sekali lagi, beberapa hal yang ia sampaikan. Tentu, hal yang ia sampaikan yang saya suka adalah, saat ia pamit. Saya lupa dan memang saya kurang dengar kata-kata pamitnya. Yang pasti, kata-kata itu ia sampaikan sembari melambaikan tangan. Nah, lambaiannya ini yang saya suka. Ekspresi dan gaya sebagai mantan militer, masih nampak. Dalam hatiku: tegar.

Adalagi yang saya suka. Dengan perlakuan yang sangat wajar dari aparat kepolisian, saat ia menuruni tangga, posisi tegap, lagi-lagi memberi kesan: memang mantan militer. Dalam hatiku: tegar.

Adalagi yang saya suka. Tak seperti kejadian umumnya dimana bila salah seorang anggota keluarga “diciduk” polisi, keluarga yang lain nangis meraung-raung. Ini tidak. Atau mungkin, saya yang tak jeli melihat dan mendengar. Tapi, penglihatan dan pendengaran saya, tak ada keluarga yang nangis meraung-raung. Dalam hatiku: tegar.

Adalagi yang saya suka. Ketika ia berjalan menuju pesawat berbadan kecil milik kepolisian, ia juga berjalan biasa. Ada kesan, seakan telah ditebaknya bahwa pernyataan yang viral itu akan begini risikonya. Dalam hatiku: tegar.

Adalagi yang saya suka. Setiap pertama kali melewati tapal batas, ia berhenti sejenak. Di batas rumah dengan tangga, sebelum turun tangga rumah, ia berhenti lalu seperti memeriksa kebatinan. Di batas tangga dengan tanah, sebelum menginjak tanah juga berhenti, berdiam diri seperti memeriksa kebatinan sekali lagi.

Di batas tanah dengan mobil yang mengantarnya,sebelum naik di atas mobil juga seperti itu. Dan, demikian halnya di batas tanah dengan pesawat, saat akan menaiki tangga pesawat, ia tak grasah-grusuh menapaki tangga pesawat tetapi, ia berhenti, berdiam, dan ketika dirasa sudah “mantap”, barulah ia menapakkan kakinya dan naik pesawat. Dalam hatiku: tegar.

Bahwa kemudian akibat pernyataannya ia diamankan polisi, itulah risiko dari sebuah perbuatan. Jika kemudian perbuatan itu ternyata salah namun tak begitu berisiko, bisalah diamaafkan. Jika ternyata pernyataannya dinilai berisiko besar terhadap stabilitas bangsa dan negara, karena salah satu pernyataannya menyangkut presiden, tentulah hukum yang menimbangnya. Ini dari sisi hukum. Dan, oleh karena saya bukan orang hukum, jadi, itu saja yang saya bisa tulis.

Hal yang tak berkaitan dengan hukum, dan menarik untuk diketahui adalah nilai-nilai ibadah. Tapi, oleh karena saya juga bukan ustadz, maka apa yang saya sebut tentang nilai ibadah ini mungkin ada benarnya walau ada kecenderungan salah.

Begini. Pemberitaannya kan ramai di media-media mainstream maupun media sosial. Viral. Di Youtube misalnya. Tak sedikit orang yang mengkompilasi video dan beritanya. Mereka tak lupa meminta “like and share”. Artinya, jika like dan share mengakibatkan pengunggah mendapatkan keuntungan, menurut saya ini adalah amal ibadah.

Oleh karena ditangkap hingga orang lain yang berniat melakukan tindakan yang sama dan urung melakukannya hingga kemudian keadaan aman sentosa, maka ini juga amal ibadah untuk yang mengamankan. Jika dengan penangkapan itu lalu menjadikan mereka yang tersinggung dengan pernyataan itu bisa bekerja dengan tenang, rakyat jadi sejahtera, negeri menjadi baldatun thoyybah, ini juga amal ibadah bagi yang disoroti. Artinya, dalam satu perbuatan bisa melahirkan banyak ibadah, dan banyak orang membuat amal ibadah.

Apa yang saya utarakan ini tentulah hanya pada aspek yang viral-viral pengecualian. Ini bisa saja salah. Dan, jika ternyata salah, saya mohon diampunkan, diamaafkan jika tak mampu diluruskan. (nebansi@yahoo.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy