Gandeng Balai Kementerian PU, Pemkot Kendari Bangun Infrastruktur Pengendali Banjir – Kendari Pos
Metro Kendari

Gandeng Balai Kementerian PU, Pemkot Kendari Bangun Infrastruktur Pengendali Banjir

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir bersama pihak balai memantau lokasi pengerjaan jembatan sekaligus area pesisir untuk penanganan banjir

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari tidak main-main dalam upaya penanganan genangan air (banjir). Sejak 2019 hingga kini, Pemkot sukses mengatasi ribuan hektar genangan air.

“Alhamdulillah sejauh ini, kita mampu mengurangi beberapa luas genangan air. Dimana pada tahun 2019 yang luasnya 2.200 hektar menurun menjadi 1.200 hektar pada tahun ini. Dalam kata lain kami berhasil mengatasi sekitar 1.000 hektar genangan air,” ungkap Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir.

Capaian tersebut kata dia, tak lepas dari kerja keras pemerintah dalam upaya penaganan dan pencegahan banjir di Kota Kendari. Misalnya dengan melakukan beberapa pembangunan fisik atau infrastruktur seperti drainase, pembenahan sungai dan pembangunan waduk pengendali banjir (kolam retensi). “Capaian ini kita juga berkat kerjasama yang baik dengan pemerintah pusat dan masyarakat,” kata Sulkarnain.

Untuk memastikan pengerjaan proyek, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (pakaian dinas coklat) turun melakukan pemantauan di lapangan

Ia lalu merinci sejumlah proyek fisik penanganan banjir. Diantaranya, pembangunan drainase penampung (pembuangan akhir) di Kawasan Anggoeya seluas 200 meter persegi yang menelan anggaran sekira Rp 4,6 miliar. Pembanguan drainase tersebut lanjut dia, bertujuan untuk menampung debit air hujan baik yang berasal dari kawasan Anggoeya maupun yang berasal dari pusat kota.

“Jadi secara otomatis sistem drainase di Kota Kendari terintegrasi mulai dari hulu ke hilir. Maksudnya, aliran air hujan yang berasal dari pusat kota, bisa langsung diarahakan kelaut.

Selanjutnya, penataan beberapa kali (anak sungai) salah satunya yang masih dalam pengerjaan yakni penataan kali mandonga yang menelan anggaran Rp7,5 miliar. Dengan mengandeng BWS Sulawesi IV Kendari, pihaknya melakukan penataan pada kali tersebut yang manakala setiap musim penghujan, kawasan tersebut rentan dilanda banjir.

“Sedikit lagi tuntas. Jadi kali mandonga ini selain kami berhasil mengurangi resiko banjirnya, kita juga bisa melakukan penataan dengan menjadikan kawasan tersebut (kali mandonga, red) sebagai tempat wisata baru,” ungkap Sulkarnain.

Bukan hanya itu, Pemkot bersama BWS Sulawesi IV membangun kolam retensi di kawasan Baruga sekitar 20 hektar. Waduk pengendali banjir itu diyakini bisa menjadi solusi penahan banjir di Kendari.

“Salah satu kolamnya (kolam retensi hilir) yang dibangun diatas lahan seluas 5,9 hektar itu, selain bisa menampung 177ribu m3 air luapan sungai juga nantinya bisa menjadi lokasi wisata baru karena memiliki fasilitas untuk ruang sosial dan sarana prasarana olahraga seperti jogging track,” beber Ketua DPC PKS Kota Kendari ini.

Guna mengantisipasi genangan air (banjir) di sepanjang kawasan Lepo-lepo, pihaknya mengandeng Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XXI Kendari, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR RI. “Kami sudah berdiskusi banyak dengan pak kepala balai terkait jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat yakni meluapnya air di wilayah sekitar rumah RS Hati Mulia sedang kita tangani,” kata Sulkarnain.

Untuk saat ini kata dia, pihaknya sedang dalam persiapan pembangunan drainasenya. Berdasarkan planing pengerjaannya, dimensi drainase akan ditambah, diperluas, termasuk kedalamannya. “Kita juga mau memastikan elevasinya bisa betul-betul menjadi solusi. Termasuk, kita juga akan melakukan pengawasan di wilayah hulu karena ada pembukaan lahan-lahan baru untuk perumahan sehingga berdampak tehadap kondisi jalan yang ada disitu,” terang politisi PKS itu.

Dirinya menargetkan, pembangunan drainase yang baru tuntas di tahun depan, meskipun sebenarnya dirinya berharap pengerjaannya tuntas di tahun ini.

“Sebenarnya sih kita berharap tahun ini selesai, tapi karena situasi kondisi kita mudah-mudahan tahun depan rampung betul sehingga masyarakat bisa tertangani dengan baik dan luapan air bisa teratasi. Termasuk penyelesaian pipa PDAM yang sering kali putus di wilayah Pohara, kita juga sudah diskusikan apa yang menjadi tanggung jawab balai dan apa yang akan kami kerjakan,” pungkasnya. (b/adv/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy