Empat Cluster Bidang Transportasi Dalam Penanganan Covid-19 – Kendari Pos
Metro Kendari

Empat Cluster Bidang Transportasi Dalam Penanganan Covid-19

Hado Hasina

KENDARIPOS.CO.ID — Covid-19 ikut memberikan dampak terhadap keberlangsungan mobilisasi. Pertama, cities are hit hardest (kota terdampak paling parah). Pemulihan perekonomian wilayah sangat tergantung kedisiplinan dan kepatuhan penduduk kota dan semua pihak dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Terutama dalam mobilisasi dan transportasi.

Kedua, urban publik transport suffers in multiple ways (transportasi umum perkotaan dihantam dari berbagai sisi). Ini artinya, jumlah penumpang menurun drastis akibat physical distancing sehingga berdampak pada pendapatan menurun. Sementara biaya operasional meningkat karena tuntutan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Ketiga, deep subsidy cuts may have lasting impacts (penurunan subsidi transportasi umum). Ini artinya, pemasukan pendapatan pemerintah pusat dan daerah menurun, pengeluaran pelayanan makin meningkat. “Semua itu sangat dirasakan pemerintah. Baik di Sultra maupun daerah lain secara nasional,” ujar Hado Hasina.

Adapun empat cluster bidang transportasi dalam penanganan Covid-19 adalah, cluster pertama, berupa monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pelarangan mudik untuk mencegah penyebaran virus. Ini sesuai Permenhub nomor 18/2020; 25/2020, SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nomor 4/2020. “Perlu kajian efektivitas penerapan kebijakan pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Cluster kedua, lanjut dia, dampak efektivitas kebijakan dan pengendalian sektor transportasi. Ini sebagai upaya mencegah dan mengatasi penyebaran Covid-19. Adapun cluster ketiga, berupa dampak pandemi dan kebijakan resiliensi kinerja dan keberlangsungan bidang transportasi. “Misalnya para operator, travel behaviou, dan lainnya,” ucapnya.

Adapun cluster keempat, berupa kajian strategi menuju adaptasi Norma baru. Ini perlu model dan strategi recovery industri jasa logistik pasca pandemi. Perlu kajian transportasi humanitarian dengan mengutamakan kemanusian untuk kehidupan ekonomi lebih baik dalam mengantisipasi kondisi new normal pascapandemi. “Itu yang harus kita lakukan,” imbuhnya. (rah/adv)

Transportasi Dengan Pola Hidup Baru

-Pengetatan dan pelonggaran kegiatan pada area publik serta transportasi
-Deteksi dan isolasi
-Tidak ada penambahan kasus
-Bertahap hanya pada daerah zona hijau
-Kesadaran masyarakat
-Protokol kesehatan di simpul dan ruas transportasi

Jaringan Pelayanan Penyeberangan

Lintas Provinsi
-Kolaka – Bajoe (Sulsel)
-Tondasi – Bira (Sulsel)
-Lasusua – Siwa (Sulsel)

Lintas Kabupaten
-Torobulu – Tampo

  • Kendari – Langara
  • Waara – Baubau
  • Wanci – Kamaru
  • Amolengo – Labuan
  • Dongkala – Mawasangka
  • Batauga – Siompu

Peta Jaringan Transportasi Terminal
Terminal Tipe A:
-Terminal Puuwatu
-Terminal Baruga

Terminal Tipe B:
-Lombe (Buteng)
-Lakologou (Baubau)
-Lacaria (Kolut)
-Rahabangga (Konawe)
-Lahimbua (Konut)
-Wasaga (Buton)
-Labuan Bajo (Butur)
-Sangi-sangi (Konsel)
-Sampolawa (Busel)
-Lagadi (Mubar)
-Larumbalangi (Kolaka)
-Tawainalu (Koltim)
-Baruga (Kendari)
-Lameruru (Bombana)

Peta Jaringan Transportasi Udara

Bandara Umum
-Kendari
-Kolaka
-Muna
-Baubau
-Wanci

Bandara Khusus
-Pomalaa
-Tomia

Bandara Rencana
-Buton Utara
-Kolaka Utara
-Bombana
-Konawe Utara

Sumber: Dishub Sultra

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy