DPRD Butur Serap Aspirasi di Tiga Dapil – Kendari Pos
Buton Utara

DPRD Butur Serap Aspirasi di Tiga Dapil

KENDARIPOS.CO.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) terus bekerja untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Lipu TInadekono Sara. Saat masa reses, sebanyak 20 legislator intens turun lapangan menyapa konstituen demi menyerap aspirasi.

Mereka menyambangi konstituen yang tersebar di tiga Dapil. Ketiganya yakni dapil I meliputi Kecamatan Kambowa, Bonegunu dan Kulisusu Barat. Kemudian, dapil II meliputi Kecamatan Wakorumba Utara dan Kulisusu Utara, dan dapil III meliputi Kecamatan Kulisusu.

Ketua Komisi II DPRD Butur, Mazlin mengungkapkan, pada masa reses sejumlah usul dan saran dari warga setempat berhasil diserap. Misalnya, usulan pengadaan bantuan nelayan dan pertanian, pembangunan jalan lingkar dalam kawasan benteng dan pendirian Sekolah Dasar (SD) yang selama ini belum ada di desa tersebut.

Anggota DPRD Butur, Mazlin (tengah baju hitam) saat turun menyerap aspirasi masyarakat untuk di perjuangkan di parlemen.

“Aspirasi tersebut akan ditampung untuk kemudian disuarakan di dewan. Nah mengantisipasi terjadinya tumpang tindih program, maka perlu disinkronkan lagi antara usulan masyarakat dengan program dari pemerintah desa setempat,” ujar Mazlin.

Politisi Partai Demokrat itu menyarankan kepada pemerintah desa setempat, agar usulan masyarakat tersebut juga didukung dengan data yang riil. Hal ini penting, agar menghasilkan program yang tepat sasaran.Usul bantuan jaring untuk nelayan misalnya, tentunya perlu disertakan dengan ukuran jaring yang dibutuhkan. Sehingga, ketika disalurkan nanti bisa termanfaatkan dengan baik.

Anggota DPRD Butur, Sujono saat turun reses dapil II. Politisi Golkar itu menyatakan siap memperjuangkan semua keluh kesah warga

Senada diutarakan Anggota DPRD Butur lainnya, Muh. Muslimin Isi menyambut, baik usulan yang disampaikan di forum itu. Selain menegaskan bakal menyuarakan aspirasi di dewan, dia juga meminta dukungan penuh dari masyarakat setempat.

Misalnya, pendirian gedung SD yang membutuhkan kesiapan lahan. Untuk mengantisipasi timbulnya masalah di kemudian hari, Politisi PDI Perjuangan ini juga menyarankan agar lokasi yang disediakan harus clear atau tidak berpotensi sengketa.

Anggota DPRD Butur, Sujono saat menyambangi, konstituen di Desa Lelamo dan Labelete Kecamatan Kulisusu Utara, berhasil menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat terakit pembangunan jalan lingkungan yang sebelumnya sudah dianggarkan melalui Dana Desa, belum termanfaatkan dengan baik karena kondisinya masih sebatas pengerasan. Untuk pengaspalannya, butuh duit yang cukup besar.

Karena itu, warga setempat meminta agar peningkatannya bisa dianggarkan melalui APBD. Begitu pula saat kunjungan di Desa Labelete. Warga setempat juga meminta dukungan terkait percepatan pembangunan masjid, termasuk jalan menuju tempat pembuangan sampah agar diperhatikan.

Selain jalan dan masjid, Sujono juga dicurhati soal pembukaan formasi tenaga Guru TK. Sebab pada rekrutmen CPNS Butur dua tahun terkahir, kuotanya tidak tersedia. Padahal, TK yang berstatus Negeri di Butur sudah terbilang banyak. Jumlahnya kurang lebih 10 buah. Begitu pula dengan alumni jurusan PGTK di Butur, yang jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun. (had)

DPRD Butur Perjuangkan Desa Lamoahi dan Torombia Teraliri Listrik

KENDARIPOS.CO.ID — Rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Buton Utara (Butur) menyambangi Kantor PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra). Kunjungan itu dalam rangka konsultasi, sekaligus melaporkan kondisi layanan terkait kelistrikan di daerah setempat.

Anggota Komsisi II DPRD Butur, Sujono, mengatakan ada beberapa poin penting yang dibahas pada pertemuan tersebut. Pertama, terkait adanya bebrapa desa di Butur yang hingga kini belum terjangkau listrik dari PLN, seperti di Desa Lamoahi dan Torombia Kecamatan Kulisusu Utara (Kulut).

Kunjungan Komisi II DPRD Butur ke Kantor PLN Baubau memperjuangkan desa belum teraliri listrik

Kemudian, Desa Langere Kecamatan Bonegunu yang belakangan akses jalur daratnya sudah dirintis, termasuk jalur menuju pelabuhan di Desa Lelamo, Kulut, atau biasa disebut Pelabuhan Waode Buri, agar segera dibangun jaringan listrik.

“Langere kan sudah ada jalan barunya, kita laporkan juga. Termasuk Dermaga di Desa lelamo, jaringan listriknya kan belum ada. Supaya dibangun jaringan menuju pelabuhan itu,” kata Sujono

Pembangunan jaringan listrik menuju dua desa di Kulut tersebut, lanjutnya, memang sudah dilakukan. Sayang, hingga kini belum juga beoperasi lantaran sebagian tiangnya sudah roboh.”Kita laporkan dan kita minta untuk diperasikan cepat. PLN, mereka merespon baik. Malah mereka bersyukur,” ujar Sujono.

Selain melaporkan beberapa titik yang belum teraliri listrik, Komisi II DPRD Butur juga menyampaikan keluhan warga Butur terkait masih sering terjadinya listrik padam. Terlebih, pada saat bulan puasa (Ramadhan) yang kerap membuat warga resah. “Pemadaman listrik kita laporkan juga. Malah yang lebih menarik, kita di Butur itu kalau sudah bulan puasa sering terjadi listrik padam,” pungkasnya.

Berdasakan informasi yang diterima dari PLN Baubau, ketika mesin pembangkit PLN Ereke melayani sebagian wilayah Butur mengalami gangguan, maka pasokan listrik disuplay dari Baubau. Kalaupun masih terjadi pemadaman, itu terkadang disebabkan adanya pohon tumbang.

Ketua Komisi II DPRD Butur, Mazlin, mengatakan selain membicarakan soal beberapa titik yang belum teraliri listrik dan masih seringnya terjadi pemadaman, pada pertemuan itu juga dibahas masalah penerangan lampu jalan, agar saat malam hari jalanan di Butur tampak lebih terang. “Saya berkeinginan Butur itu kalau malam bisa terang benderang. Kita juga bicarakan tentang persoalan lampu jalan,” ucap Mazlin. (had)

Laporkan Butur Krisis Listrik, DPRD Butur Sambangi PLN Sulselbar

KENDARIPOS.CO.ID — Usai menyambangi PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Baubau, Komisi II DPRD Kabupaten Buton Utara (Butur) terus memperjuangkan agar Butur terlepas krisis listrik. Olehnya itu, perwakilan rakyat itu mengunjungi PT. PLN wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselbar), di Makassar. Kunjungan itu dilakukan, dalam rangka konsultasi terkait kondisi pelayanan kelistrikan di wilayah Butur.

Ketua Komisi II DPRD Butur, Mazlin, menjelaskan sejumlah kendala listrik yang terjadi di lapangan sudah disampaikan melalui pertemuan itu. Selanjutnya, pihaknya tinggal menunggu tindak lanjut dari pihak PLN Sulselbar untuk pemecahan masalah. “PLN Sulselbar akan turun langsung tinjau apa masalahnya, kemudian mereka janji akan carikan solusi,” ungkap Mazlin.

Suasana saat pertemuan di Kantor PLN Sulselbar.

Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, ada beberapa poin penting terkait layanan listrik di Butur yang perlu mendapatkan penanganan serius. Antaralain masih sering terjadinya listrik padam, penyediaan lampu jalan termasuk tiang listrik yang tumbang.

Kemudian, masih adanya sejumlah desa yang belum menikmati layanan listrik dari PLN. Antara lain Desa Lamoahi dan Torombia termasuk dermaga di Desa Lelamo (Pelabuhan Waode Buri), Kecamatan Kulisusu Utara. Selain itu, masuknya akses darat menuju Desa Langere Kecamatan Bonegunu yang baru selesai dirintis akhir 2019 lalu, juga dipandang perlu disusul pembangunan jaringan listrik. (had)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy