Cegah Panic Buying, Disperindag Sultra Pantau Pasokan Sembako – Kendari Pos
Metro Kendari

Cegah Panic Buying, Disperindag Sultra Pantau Pasokan Sembako

Hj. Sitti Saleha Kepala Disperindag Sultra


KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sultra terus bekerja keras menjaga supaya pasokan sembako tetap terjaga selama musim pendemi coronavirus disease (Covid-19). Sebagai bagian Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Provinsi Sultra, Disperindag punya tanggung jawab memastikan stok bahan pokok kebutuhan penting (Bapokting) tetap tersedia. Sejauh ini berhasil. Faktanya, sembako di pasaran tetap terjaga. Sehingga mampu mecegah munculnya panic buying (membeli kebutuhan pokok dalam jumlah banyak karena khawatir) di masyarakat.

Kepala Disperindag Sultra, Hj Sitti Saleha mengungkapkan, untuk menjaga ketersediaan pangan, bersama jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra dan Tim Satgas Pangan rutin melakukan pemantauan langsung ke distributor. Hal ini untuk memastikan stok Bapokting untuk kebutuhan masyarakat aman dan tersedia. “Seperti kebutuhan beras, gula, minyak goreng, telur dan tepung ini harus ada dan harganya harus bisa dijangkau. Semua aman dan masyarakat saya harap jangan panic buying,” harap Sitti Saleha, kemarin.

Tak hanya sekadar menerima laporan anggotanya, mantan Pj Bupati Bombana ini tak sungkan turun langsung ke lapangan, memantau dan memastikan ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Sultra maupun lokasi distributor sembako lainnya. “Untuk ketersedian bahan pokok beras di Sultra masih cukup, dan harganya pun masih stabil,” jelasnya.

Melihat stok Bapokting yang mencukupi, Sitti Saleha meminta masyarakat tak perlu terburu-buru membeli kebutuhan pokok dalam jumlah yang berlebihan. “Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying, karena pasokan barang kebutuhan pokok saat ini jumlahnya cukup. Jadi, masyarakat diminta berhati-hati dalam bersikap saat berbelanja,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Pasalnya, berbelanja dengan jumlah berlebih akan menimbulkan kesulitan stok dan dapat mengakibatkan lonjakan harga. “Silakan berbelanja tapi disesuaikan kebutuhannya. Pemerintah juga akan memastikan pasokan barang terpenuhi. Tindakan panic buying justru akan merugikan masyarakat sendiri. Karena dapat mendorong timbulnya ketidakstabilan harga yang disebabkan oleh ketidakseimbangan pasokan,” terangnya.

“Khusus pedagang, kami mengimbau agar mereka tidak menyimpan atau menimbun, apalagi menaikkan harga barang pokok. Karena dapat melanggar ketentuan Pasal 29 UU Nomor 7 tahun2014. Jika melanggar, maka kami tidak segan memberikan sanksi, baik itu sanksi administrasi hingga penutupan tempat usaha. Bahkan bisa dipidana. Ini semakin mudah kami berikan (sanksi, Red) karena kita bergerak didampingi langsung oleh satgas pangan,” tandasnya. (adv/ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy