Bupati Muna : Demi Transparansi, Psikotes Seleksi CPNS Ditiadakan – Kendari Pos
Muna

Bupati Muna : Demi Transparansi, Psikotes Seleksi CPNS Ditiadakan

KENDARIPOS.CO.ID — Dipastikan, tak akan lagi digelar tambahan psikotes dalam pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS tahun 2019 di Muna. Proses seleksi digelar secara transparan dengan mengikuti ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat. Sama seperti tahun sebelumnya, kelulusan hanya akan ditentukan melalui seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Bupati Muna LM. Rusman Emba, menerangkan, acuan penerimaan CPNS tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil.

Ada tujuh tahapan yang harus dilalui peserta mulai dari pendaftaran hingga pemberkasan pasca pengumuman kelulusan. Khusus pelaksanaan tes, umumnya Panselda akan menggelar dua tahapan yakni SKD dan SKB. Namun masih dalam aturan yang sama, khusus SKB memang dimungkinkan untuk digelar tambahan ujian wawancara maupun ujian fisik. “Secara aturan memang psikotes ini dimungkinkan. Tetapi kami (Pemkab Muna) memilih tidak melaksanakan tahapan itu. Seluruh tahapan akan sama dengan sebelumnya (CPNS 2018),” terangnya, Rabu (3/6).

Mantan Ketua DPRD Sultra itu menambahkan, tahapan psikotes sebenarnya termasuk salah satu cara bagi pemerintah daerah dalam melakukan pemetaan kualifikasi calon ASN. Melalui psikotes itu, karakter dan kompetensi secara lebih personal dapat diketahui. Namun demikian, Rusman mengaku sudah menyerap keinginan masyarakat agar tahapan psikotes ditiadakan. Salah satu pertimbangannya adalah faktor transparansi. “Transparansi tetap dikedepankan dan sudah terbukti sejak penerimaan 2018. Tidak ada permainan dan lain sebagainya dalam penerimaan CPNS di Muna,” paparnya.

LM Rusman Emba

Ia melanjutkan, tahapan psikotes kemungkinan akan disiapkan pasca kelulusan. Setiap peserta akan melalui ujian psikologi sebelum penempatan pada satuan kerja. Kebijakan itu untuk pemetaan birokrasi. Lagipula, proses psikotes tetap akan dilalui oleh setiap ASN baik dalam lelang jabatan ataupun job fit nantinya. “Psikotes bukan hal baru bagi ASN. Jadi tahapan ini tetap akan dilalui setelah menjadi abdi negara,” papar Muna-1 itu.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Muna, Sukarman Loke, menyebutkan, tahapan psikotes yang akan dilakukan Panselda CPNS Muna telah disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi melalui surat nomor B/333/M.SM.01.00/2020. Surat yang berisi tentang panduan/pedoman SKB tambahan yang diteken Sekretaris KemenPAN, Dwi Wahyu Atmaji. “Psikotes ini legal dan dimungkinkan untuk dilaksanakan,” paparnya.

Diketahui, peserta seleksi CPNS Muna kini tersisa 489 orang yang akan melaju ke tahap SKB. Sedangkan 3.629 lainnya sudah lebih gugur saat SKD. Peserta tersebut akan mengisi 236 kuota yang terdiri dari 181 formasi guru, 54 kesehatan dan satu tenaga teknis perpustakaan. “Khusus SKB tetap digelar namun jadwalnya masih belum diputuskan,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy