BI Sultra Percepat Pemulihan UMKM – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

BI Sultra Percepat Pemulihan UMKM

Nampak lapak pedagang di Mall Mandonga Kendari, beberapa waktu lalu. BI Sultra telah mengambil langkah percepatan pemulihan UMKM.

KENDARIPOS.CO.ID — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah percepatan pemulihan UMKM.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sultra, Surya Alamsyah mengatakan, setidaknya ada empat langkah yang dilakukan guna menyelamatkan sektor UMKM di Sultra.

Pertama, komunikasi kebijakan darurat Covid-19 kepada UMKM. BI terus mendorong UMKM agar memanfaatkan kebijakan relaksasi yang diterbitkan pemerintah dan otoritas terkait.

“Selain itu, Pemerintah Daerah (Pemda) dan perbankan juga proaktif menjemput UMKM yang mengalami kesulitan,” ujar Surya, kemarin.

Kedua, BI menghadirkan program-program peningkatan kapasitas UMKM. Di antaranya, mempercepat program literasi keuangan digital (hulu-hilir), pelatihan keuangan (SI-APIK), serta Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) untuk mendukung produk aspek proaktif, peningkatan daya beli, dan penjualan.

Ketiga, kata Surya, BI menjalin sinergi aksi mempercepat akses pembiayaan atau permodalan. Langkah ini dilakukan dengan melibatkan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB). Selain itu, BI juga mendorong pemanfaatan CSR untuk bantuan permodalan, membantu subsistensi UMKM, mendorong kredit bagi supplier untuk pengadaan bahan baku, serta mendorong alokasi PSBI bagi UMKM binaan yang terdampak.

Keempat, pemanfaatan digital payment dan penjualan. Dalam hal ini, BI mendorong UMKM untuk memanfaatkan sarana digital dalam melakukan pembayaran maupun penjualan.

Surya mengungkapkan, selama pandemi, pemanfaatan layanan digital di Sultra meningkat, meliputi e-commerce 69 persen, pembayaran digital 65 persen, dan kesehatan 41 persen. Sementara, transportasi online menurun hingga 73 persen. Hal tersebut tidak terlepas dari kebijakan work from home, belajar di rumah, serta imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Diperkirakan, potensi bisnis digital pasca Covid-19 terjadi pada perubahan pola permintaan, digital workplace, dan penguatan ekonomi lokal,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, dampak Covid-19 bagi UMKM dapat dilihat dari distribusi dan penjualan yang menurun hingga 76 persen, penurunan laba, meningkatnya pengeluaran rutin, kenaikan harga, dan terbatasnya suplai bahan baku.

“Ada tiga hambatan utama yang dihadapi UMKM, yaitu penurunan cashflow, tergerusnya modal UMKM, dan proses produksi yang sulit,” pungkasnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy