64.801 Debitur di Sultra Ajukan Restrukturisasi Kredit – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

64.801 Debitur di Sultra Ajukan Restrukturisasi Kredit

Moh. Fredly Nasution

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 64.801 debitur terdampak penyebaran Covid-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengajukan restrukturisasi. Debitur tersebut merupakan nasabah perbankan dan lembaga pembiayaan yang tersebar pada 17 kabupaten/kota yang ada di Sultra.

“Total outstanding kreditnya sebesar Rp 3,37 triliun. Dari jumlah tersebut, restrukturisasi kredit yang telah disetujui sebanyak 25.107 debitur dengan outstanding sebesar Rp 1,29 triliun,” ungkap Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Moh. Fredly Nasution, Senin (1/6).

Ia menambahkan, hingga 29 Mei 2020, jumlah pengaduan konsumen sektor jasa keuangan terkait dampak Covid-19 di Sulawesi Tenggara baik yang datang langsung maupun via telepon (walk in customer) sebanyak 293 pengaduan. Rinciannya, 75 pengaduan terkait perbankan dan 218 pengaduan perusahaan pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Khusus (LJKK).

“Fintech lending atau pinjaman online sebanyak tiga konsumen yang berkonsultasi secara lisan. Pengaduan konsumen yang terdampak Covid-19 melalui surat sebanyak 55 pengaduan dengan rincian 16 pengaduan terkait perbankan dan 39 pengaduan terkait perusahaan pembiayaan,” jelasnya.

Selain itu, kata Fredly, OJK Sultra telah melakukan kegiatan klarifikasi atau fasilitasi terbatas antara konsumen dan PUJK sebanyak dua kali. Terkait kegiatan edukasi, OJK Sultra telah melakukan edukasi dengan non tatap muka (Digital Class) dengan melibatkan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) melalui Kelas Duta Inklusi dan Literasi Keuangan (Dilan Class) dan Digital Massive Class (DMC) pada 5 perguruan tinggi swasta di Sultra menjadi 10 kali dan menjangkau 513 peserta edukasi.

Fredly mengatakan, OJK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan stimulus lanjutan setelah OJK mencermati dampak pandemi Covid-19 yang cenderung menurunkan aktivitas perekonomian sehingga berefek kepada sektor keuangan melalui transmisi pelemahan sektor riil.

“OJK sangat berharap penanganan Covid–19 dapat segera mewujudkan aktivitas ‘the new normal’ dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sehingga OJK dapat mengukur dan memitigasi risiko likuiditas dan kecukupan permodalan industri jasa keuangan. Dalam pertemuan virtual dengan Industri Jasa Keuangan, pada 27 Mei 2020, Ketua Dewan Komisioner OJK mengajak segenap unsur lembaga jasa keuangan, pemangku kepentingan dan regulator bersinergi mengantisipasi serta menjaga sentimen positif,” pungkasnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy