Wali Kota Baubau Gratiskan Rusun dan Lods Pasar – Kendari Pos
Bau-bau

Wali Kota Baubau Gratiskan Rusun dan Lods Pasar

KENDARIPOS.CO.ID — Kebijakan pro rakyat ditengah wabah virus corona diputuskan Wali Kota Baubau, AS Tamrin. Setelah melakukan dan menyepakati pergeseran pagu APBD 2020 bersama DPRD, AS Tamrin juga memberi dispensasi biaya pada masyarakat. Khususnya bagi penghuni rumah susun (Rusun) dan pedagang pasar. Tagihan Rusun serta retribusi harian kios dan lods pasar digratiskan selama tiga bulan. “Kita tahu bahwa dampak penyebaran virus corona membuat pendapatan masyarakat terputus. Jadi kita ambil kebijakan yang salah satunya membebaskan biaya tagihan itu,” kata AS Tamrin di rumah jabatannya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Baubau, Yulia Widiarti, mengungkapkan,kebijakan penghapusan tagihan Rusun akan mulai dijalankan. Seluruh masyarakat baik yang tinggal di Rusun Wameo maupun Blok Kota Mara, tidak akan ditagih selama tiga bulan. “Kebijakan penghapusan tagihan Rusun mulai kita berlakukan April sampai Juni,” katanya.

AS. Tamrin

Rusun Waemo dan Kota Mara masing-masing terbagi dua blok. Setiap blok ada 98 kamar. Artinya dari total empat blok, ada 392 kamar dengan besaran tagihan yang berbeda-beda. “Untuk Rusun Kota Mara, tagihan perbulannya mulai Rp 175 ribu sampai Rp 250 ribu. Sementara untuk tagihan Rusun Wameo mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Hitungannya, tagihannya semakin ke atas (lantai tempat tinggal seseorang) lebih murah,” terangnya.

Wanita berhijab itu menambahkan, masyarakat yang tinggal di Rusun rata-rata sudah berkeluarga dan berpenghasilan rendah. Mereka juga kehilangan pendapatan pasca wabah virus corona melanda. Makanya pihaknya mengajukan usulan penghapusan tagihan Rusun pada Wali Kota Baubau dan mendapat respon cepat. “Pekerjaan para penghuni Rusun adalah sebagai sopir mobil, pedagang, dan juga nelayan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Pengelola Pasar Wameo, Rasid, mengatakan jumlah kios dan lods yang ada sekitar 352. Tagihan bulananya disesuaikan dengan luas, dan besar kios juga jenis dagangan. Mulai dari Rp 12 ribu, Rp 24 ribu, Rp 30 ribu, Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu. “Saat ini SK Wali Kota tentang penghapusan tagihan lods pasar dan karcis harian selama tiga bulan sebagai dampak dari wabah virus corona, sudah ada. Kami akan mulai memberlakukannya terhitung April sampai Juni mendatang. Kalau jumlah pedagang tetap dan membayar biaya karcis harian Rp 1.000 sebanyak 600 orang. Mulai dari pedagang ikan, sayur dan pedagang bumbu dapur. Tetapi untuk tiga bulan kedepan semua digratiskan dulu,” pungkasnya. (b/ahi)

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy