Waduh! BST di Konawe Cair, 1.600 KK ‘Double’ Terima Bantuan – Kendari Pos
Konawe

Waduh! BST di Konawe Cair, 1.600 KK ‘Double’ Terima Bantuan

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 14.017 kepala keluarga (KK) di Konawe telah menerima pencairan bantuan sosial tunai (BST) tahap I dari Kementerian Sosial (Kemensos). Di Konawe, penyalurannya dilakukan di Kantor Pos Cabang Unaaha serta BRI dan BNI. Sebagai tahap awal, baru warga di 16 kecamatan saja yang menerima stimulus dalam rangka jaring pengaman sosial di masa pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Konawe, Agus Suyono saat menerima lawatan anggota DPRD Sultra dari Komisi IV, yakni Muniarti M. Ridwan, Titin Nurbaya Saranani dan Waode Nurlaela, Sabtu (16/5).

Agus menyebut, dari hasil evaluasi penyaluran BLT-Kemensos tahap I itu, ada 1.600 KK yang menerima bantuan ganda. Selain menerima manfaat program BST, warga tersebut juga rupanya terdaftar sebagai penerima manfaat program bantuan lain. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Padahal, sesuai regulasi yang ada, BST Kemensos hanya diberikan pada masyarakat kategori miskin, serta bukan penerima manfaat bantuan lainnya.

Ilustrasi

Agus menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan verifikasi terhadap data penerima. Tujuannya agar penyaluran di tahap selanjutnya tak ada lagi ditemukan kasus serupa (penerima ganda). Untuk diketahui, kuota BST Kemensos di Konawe berjumlah 15.315 KK. Namun, yang baru menerima sesuai hasil verifikasi Kemensos hanya 14.017 KK. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Muniarti M. Ridwan mengaku, kasus penerima Bansos ganda tidak hanya terjadi di Konawe saja. Melainkan, hampir seluruh wilayah di Sultra. Pihaknya mendorong Dinsos Konawe segera melakukan verifikasi data agar kasus tersebut tidak terjadi lagi.

Dengan proses pengawasan yang dilakukan DPRD Sultra, sebisa mungkin masalah penerima bantuan ganda itu bisa diminimalisir. Dalam waktu dekat, pihaknya pun berencana mengundang Kepala Dinsos Sultra membahas banyaknya penerima ganda atau yang sudah meninggal dunia untuk segera diselesaikan. “Yang marak juga kita temukan di lapangan yakni kurang difungsikannya aparat desa/kelurahan untuk mendata calon penerima manfaat. Sehingga ada warga yang harusnya terakomodir, tapi tidak dapat. Ada yang tidak pantas, tapi masuk. Itu yang harus diminimalisir,” ungkapnya. (b/adi)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy