VDNI Komitmen Ciptakan Lapangan Kerja Tenaga Kerja Lokal – Kendari Pos
Nasional

VDNI Komitmen Ciptakan Lapangan Kerja Tenaga Kerja Lokal

PT.VDNI dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja lokal di Sultra. Namun mereka yang akan bekerja diutamakan memiliki skill sesuai bidang yang dibutuhkan di dua perusahaan asing itu. Tampak lokasi pabrik smelter PT.VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe


KENDARIPOS.CO.ID — PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja lokal di Sultra. Namun mereka yang akan bekerja diutamakan memiliki skill sesuai bidang yang dibutuhkan di dua perusahaan asing itu. Pernyataan ini dikeluarkan manajemen perusahaan usai mencuatnya rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok beberapa waktu belakangan yang banyak menuai polemik dan penolakan.

“Perusahaan tetap menciptakan lapangan kerja untuk ribuan tenaga kerja lokal. Adanya TKA yang akan datang nantinya, tidak akan menutup lapangan kerja untuk masyarakat lokal. Untuk jumlah tenaga kerja lokal akan terus bertambah seiring berkembangnya proyek pembangunan 33 tungku semelter di perusahaan,”kata External Affairs Manager PT VDNI dan PT OSS, Indrayanto, Senin (11/5).

Indrayanto mengatakan, 500 TKA asal Tiongkok itu merupakan tenaga teknis dan bekerja temporer secara bergantian dan bukan untuk waktu yang lama. Mereka adalah tenaga ahli untuk memasang alat pada tungku semelter dalam upaya produksi dan mempertahankan operasional di lapangan. Saat ini sebagian pembangunan terpaksa diberhentikan sementara karena kurangnya tenaga ahli tersebut.”Jadi lima ratus TKA itu adalah sebagian besar karyawan dari pihak kontraktor yang mempunyai skill untuk memasang alat produksi. Setelah mereka melakukan pemasangan, mereka akan kembali lagi ke Tiongkok, ” jelas Indrayanto.

Dia melanjutkan, para TKA yang akan bekerja nantinya kemungkinan hanya tiga bulan, maksimal enam bulan. Sebab tenaga ahli, biasanya paling lama bekerja selama enam bulan. Tetapi jika bisa bekerja lebih cepat lagi misalnya 3 bulan selesai, mereka langsung pulang.“Namun dengan pertimbangan terbitnya Permenhub Nomor 25 tahun 2020 serta permintaan dari instansi terkait untuk menunda rencana tersebut, maka pada tanggal 24 April 2020, perusahaan memutuskan untuk menunda kedatangan TKA tersebut,” tegasnya.

Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun, kata dia, khusus untuk pekerja di 33 tungku PT. VDNI dan OSS membutuhkan kurang lebih tiga ribu hingga empat ribu karyawan lokal. Mereka akan bekerja sebagai tenaga operator, administrasi dan lainya, sesuai dengan skil yang di minta oleh perusahaan. Hingga saat ini, kata Indrayanto VDNI dan OSS tercatat telah mempekerjakan sekitar sebelas ribu karyawan lokal. Untuk yang bekerja di luar VDNI dan OSS seperti kontraktor, suplier, tenaga kerja di pelabuhan, ada sekitar 20 ribu orang.

“Dengan tidak terinstalnya alat yang ada di 33 tungku itu, telah berdampak pada karyawan lokal yang telah direkrut sebelumnya. Ada kemungkinan mereka dirumahkan dahulu tanpa mendapat gaji, atau bahkan bisa PHK. Tentunya hal ini tidak kami harapkan, perusahaan juga berusaha agar hal ini tidak terjadi,” jelasnya.

Selain pada bidang ketenagakerjaan, PT. VDNI dan PT OSS juga juga berkomitmen pada peningkatan hasil pengolahan bahan baku yang pada akhirnya akan meningkatkan devisa yang dihasilkan bagi negara Indonesia. Terlebih pengolahan bahan baku di pabrik juga akan menghasilkan nilai tambah bagi Indonesia, menaikkan devisa, pendapatan pajak negara dan nilai ekspor Indonesia. “Itulah mengapa kami berharap TKA itu bisa diberikan izin masuk. Secara aturan juga untuk karantina kesehatan empat belas hari, maupun syarat-syarat lain sesuai dengan protokol COVID-19 akan kita penuhi karena memang TKA ini sangat kami butuhkan pada saat ini,” terangnya.

Mewabahnya COVID-19 sejak beberapa bulan terakhir ini, kata dia turut berdampak ke sektor pertambangan nikel yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara diantaranya PT VDNI dan PT OSS. Sekitar dua ribu karyawan di dua perusahaan itu terpaksa dirumahkan untuk mencegah penularan COVID-19 yang di Provinsi Sultra sendiri, per Sabtu 9 Mei 2020, tercatat telah menginfeksi 71 orang.”Yang dirumahkan pada saat ini ada sekitar dua ribuan orang. Ini sebenarnya pilihan dari karyawan sendiri, ” pungkasnya. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy