UAS SD-SMP Di Kota Kendari Ditiadakan – Kendari Pos
Edukasi

UAS SD-SMP Di Kota Kendari Ditiadakan

Proses Belajar Siswa SD 04 Kendari beberapa waktu lalu

KENDARIPOS.CO.ID –Pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang mewabah di Kota Kendari, memberikan dampak pada bidang pendidikan. Salah satunya yakni, ditiadakanya Ujian Akhir Semester (UAS) untuk siswa SD-SMP di Kota Kendari, khususnya kelas I-V maupun kelas VII-VIII.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Sartini Sarita menuturkan, ketentuan penilaian untuk kenaikan kelas bagi siswa SD-SMP se Kota Kendari menggunakan portofolio nilai rapor semester dan nilai tugas sebelumnya. “Kalau sebelumnya, seluruh sekolah baik untuk jenjang SD-SMP akan diwajibkan melaksanakan UAS. Namun, karena kondisi saat ini tidak memungkinkan maka hal tersebut ditiadakan,” tuturnya, Rabu (13/5).
Terkait nilai kenaikan kelas nantinya dilakukan dengan mengevaluasi nilai rapor dan tugas sebelumnya. Ditambahkan dengan nilai ulangan harian dan pemberian tugas selama pembelajaran Daring. “Untuk ujian kelas semester satu itukan sudah, jadi hasil dari itu akan menjadi bahan evaluasi ditambah dengan penilaian-penilaian lainya,” terangnya.

Dikatakan pihaknya, ketentuan kenaikan kelas bagi siswa SD-SMP di Kota Kendari mengacu berdasarkan surat edaran Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020. Terkait larangan penyelenggaraan UAS kenaikan kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa. “Kita mengikuti arahan dari Kemendikbud, sehingga UAS bagi siswa ditiadakan. Guna memutus penyebaran Covid-19 dikalangan siswa, apalagi jika dilaksanakan melalui tatap muka seperti biasanya kan tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Menyikapi terkait adanya beberapa sekolah yang tetap menyelenggarakan UAS, pihaknya mengaku saya-sah saja asalkan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan Covid yang ada. “Sebenarnya UAS itu tidak ada lagi, tetapi mungkin ada beberapa sekolah yang belum melakukan ujian semester sebelumnya, maka boleh dilakukan asalkan dengan cara Daring,” katanya.
Diakuinya, dalam kondisi sata ini, siswa tidak dituntut untuk menyelesaikan atau menuntaskan capaian kurikulum yang ada. Sehingga, para guru ataupun sekolah tidak perlu menuntut para siswa untuk memporsir cara belajar para siswa guna menuntaskan kurikulum yang telah ditetapkan. “Proses pembelajaran siswa saat ini kan jelas berbeda. Mereka harus melakukan KBM dirumah masing-masing. Sehingga, kualitas pembelajaran mereka pastinya berbeda. Untuk itu, dalam kondisi ini siswa tidak lagi dituntut untuk menuntaskan seluruh kurikulum yang ada,” pungkasnya. (b/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy