Tersisa 489 CPNS, Panselda Muna Siapkan Tahapan Seleksi Psikotes – Kendari Pos
Muna

Tersisa 489 CPNS, Panselda Muna Siapkan Tahapan Seleksi Psikotes

KENDARIPOS.CO.ID — Panitia Seleksi Daerah Kabupaten Muna memastikan tahapan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 tetap berlanjut meski ada pandemi Covid-19. Seleksi kompetensi bidang (SKB) tetap akan diselenggarakan dengan jadwal yang akan ditentukan kemudian. Bahkan, khusus peserta CPNS Muna, Panselda juga menyiapkan tambahan tahapan seleksi psikotes.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muna, Sukarman Loke, menerangkan peserta seleksi CPNS Muna kini tersisa 489 orang yang akan melaju ke tahap SKB. Sedangkan 3.629 lainnya sudah lebih gugur dalam tahap SKD. Peserta tersebut akan mengisi 236 kuota yang terdiri dari 181 formasi guru, 54 kesehatan dan satu tenaga teknis perpustakaan. “SKB tetap digelar, namun jadwalnya masih belum diputuskan. Jadi tidak benar kalau SKB itu dihapuskan,” terangnya.

Sukarman menjelaskan SKD tidak akan menjadi tahapan terakhir yang dilalui peserta. Panselda telah menyiapkan skema seleksi psikotes bagi CPNS sebelum dinyatakan lulus. Tambahan seleksi psikotes tersebut telah di setujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi melalui surat nomor B/333/M.SM.01.00/2020 tentang panduan/pedoman SKB tambahan yang diteken Sekretaris Dwi Wahyu Atmaji.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muna, Sukarman Loke

“Itu artinya, psikotes ini legal dan konstitusional digelar. Bukan mengada-ngada,” paparnya. Kata mantan Asisten II Sekretariat Kabupaten Muna itu, psikotes merupakan ujian tambahan yang masuk dalam bagian SKB namun memiliki bentuk seleksi berbeda. Jika SKB dilaksanakan langsung oleh Panselnas, psikotes akan diselenggarakan Panselda bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Nasional kantor Regional Makassar. Peserta akan diuji kepribadian dan integritasnya melalui serangkaian pertanyaan disusun tim penguji dengan presentasi bobot yang telah ditentukan.

“Psikotes ini perlu dilakukan mengingat banyak guru atau perawat di Muna yang kompetensinya kurang. Sehingga perlu diuji dulu sebelum diloloskan. Supaya pada saat mengajar atau memeriksa pasien, paling tidak teruji kepribadiannya. Bisa ramah dan humanis serta tidak emosional,” urainya. Kendati demikian, komposisi penialian kelulusan tetap akan mengacu ketentuan yang tertuang pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 23 Tahun 2019 tentang kriteria penetapan kebutuhan ASN dan pelaksanaan seleksi CASN tahun 2019.

Presentasinya meliputi SKD 60 persen dan nilai SKB 40 persen serta ditambah nilai psikotes. “Tidak mudah dizinkan menggelar psikotes karena punya persyaratan ketat termasuk bagaimana skema kelulusannya. Jadi tidak akan ada permainan, karena BKN Makassar yang akan pandu,” imbuhnya. (b/ode)

1 Comment

1 Comment

  1. Anonim

    19 Mei 20 04:06 at 04:06

    Gmna posisi yg puny a sertifikat pandidikan dlam thap ini?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy