Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Oleh : Prof. Eka Suaib – Kendari Pos
Kolom

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Oleh : Prof. Eka Suaib

Dosen Fisip Universitas Halu Oleo, Prof. Eka Suaib


KENDARIPOS.CO.ID — Taqabbalallahu minna wa minkum. Kalimat yang biasanya dikumandangkan saat idulfitri. Tahun ini, perayaan idulfitri ada perbedaan dibanding sebelumnya. Selain, karena sudah larut dalam industri 4.0 juga karena konteks pandemik Covid-19. Asesoris penting saat ini untuk menyapa sudah melalui media sosial (Medsos). Meski iklan di media konvensional masih muncul, tetapi kini medsos sudah mewabah. Tidak ketinggalan para pejabat publik memanfaatkannya. Level presiden, menteri, politisi, selebriti menyampaikan pesan idulfitri melalui akun medsos masing-masing.

Di daerah, Gubernur Sultra Ali Mazi melalui jubir, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, para bupati, aktivis, juga menggunakan sarana yang sama. Pesan melalui kombinasi foto, video, dan tulisan. Ada juga hanya tulisan dan foto. Media sosial, menjadi sarana efektif untuk mengunjungi orang sampai ke ruang privat. Hanya dengan klik melalui gadget. Beragam bentuk bahasa yang digunakan melalui akun. Ada yang pantun, pesan moral, sedih, toleransi, dan promosi. Tujuannya jelas, penerima pesan mitra tutur yakni rasa senang, bahagia, dan terharu.

Bahasa yang pantun. Tiba-tiba saja ada yang menjadi penyair dan menyusun kata puitis. Jika jemari tak sempat berjabat, jika ada kata menusuk hati. Semoga pintu maaf masih terbuka. Selamat menyambut Hari Raya Idulfitri 1441 H. Untuk hati yang pernah terluka oleh tajamnya lisan. Untuk jiwa yang tersakiti oleh buruknya tingkah dan perilaku. Selamat Hari Raya Idulfitri 1441 H. Maaf, orang yang mengirim ini, keduanya tidak kuliah di S1 Sastra, tetapi aktivis saat mahasiswa.

Pesan moral. Begini ucapannya. Selamat …. Lalu ditutup dengan bahasa: Dan memberi maaf itu lebih dekat kepada takwa (QS.Al-Baqarah:237). Si pengirim ingin menyampaikan pesan bahwa setelah ramadan maka manusia hendaknya saling memberi maaf agar kembali menjadi fitrah dan bersih.

Konteks sedih. Dibalik musibah tetap ada senyum kemenangan. Musibah yang dimaksud oleh pengirim yakni situasi pandemik Covid-19. Pengirim pesan mengirim pesan pada pembaca, lupakan itu, kita rayakan idulfitri yang hanya terjadi sekali dalam setahun.

Dalam mempromosikan toleransi, seorang teman mengirim pesan WhatsApp (WA). Prof, selamat merayakan hari kemenangan. Selamat hari raya idulfitri. Mohon maaf lahir batin, semoga membawa kehidupan damai sejahtera bagi seluruh umat manusia. Kebetulan yang mengirim yakni non muslim.

Tentu juga orang akan mafhum manfaatkan lebaran untuk promosi lembaga. Baik publik dan swasta. Ketua KPU, dalam akun facebook, Dr.La Ode Muhammad Nasir, selain foto keluarga, juga disampingnya foto keluarga besar KPU. Bukan hanya KPU, banyak lembaga publik serupa. Tidak ketinggalan, pimpinan perusahaan, sambil ucapkan selamat lebaran, juga promosikan jenis usaha dan lembaga.

Demikianlah, sekian banyak pesan yang disampaikan tampaknya lebih banyak agar penerima pesan terharu. Dan, menerima pintu maaf. Mungkin karena situasi pandemik, sehingga untuk reflektif pada situasi tidak terjadi. Tidak banyak penyampaian pesan untuk mengoreksi situasi yang dihadapi saat ini.

Bisa jadi, pesan yang ingin disampaikan merupakan template-nya, sehingga ruang tersebut tidak terjadi. Bisa jadi, juga karena suasana batin perhelatan pilkada, atau momen pilkada masih jauh. Anggota legislative, baru setahun dilantik. Pilkada, masih dibayangi penundaan. Akibatnya, momen ini, tidak banyak memanfaatkannya sebagai ajang kampanye. Tidak bisa dibayangkan kalau pemungutan suara bulan depan. Isi pesan dari medsos lebih banyak untuk minta ‘suara’, ketimbang minta ‘maaf’. Kalau ini salah, minta maaf karena toh masih dalam suasana idulfitri 1441 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy