TAP MPRS XXV Wajib Jadi Acuan RUU HIP – Kendari Pos
Politik

TAP MPRS XXV Wajib Jadi Acuan RUU HIP

Saleh

KENDARIPOS.CO.ID — Fraksi PAN DPR mengancam akan menarik diri dari pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Langkah tersebut diambil jika TAP MPRS No XXV/1966 diabaikan dan tidak masuk dalam konsideran RUU tersebut.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay menegaskan bahwa fraksinya menolak ikut membahas RUU HIP jika TAP MPRS No XXV/1966 diabaikan. “Sikap PAN jelas terkait masalah ini, jika TAP MPRS itu diabaikan, Fraksi PAN akan menarik diri dari pembahasan. PAN tidak mau bermain-main dengan isu-isu sensitif yang bisa mencederai umat dan masyarakat,” kata Wakil Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh dalam keterangannya, Minggu (17/5).

TAP MPRS No XXV/1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan larangan menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran komunisme/marxisme-leninisme. Menurutnya, PAN akan menjaga dan mengawal RUU HIP agar tetap mencantumkan TAP MPRS XXV/1966 sebagai salah satu dasar pertimbangan RUU tersebut. Sebab TAP MPRS itu masih sangat diperlukan dalam rangka mengawal kemurnian ideologi Pancasila termasuk untuk menghalau ideologi-ideologi lain yang bisa saja masuk di tengah-tengah masyarakat.

“PAN tegak lurus dalam membela dan menjunjung tinggi ideologi Pancasila. Karena itu, ideologi-ideologi lain harus ditolak secara tegas,” ujarnya. Dijelaskannya, pentingnya TAP MPRS dijadikan sebagai dasar pertimbangan pada RUU HIP sudah disuarakan hampir seluruh fraksi di DPR. Karenanya diharapkan dalam pembahasannya nanti, TAP MPRS akan tetap disuarakan dan diperjuangkan.

“Ketika dibahas di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, fraksi-fraksi sudah menyampaikan pandangan mini fraksi. Hampir semua mendesak agar TAP MPRS XXV/1966 dimasukkan di dalam konsideran,” kata anggota Komisi IX DPR itu.

Dia juga mengatakan, pembahasan terkait RUU HIP masih tahap awal yaitu masih pada tahap meminta persetujuan agar dijadikan sebagai RUU inisiatif DPR. “Karenanya diharapkan seluruh lapisan masyarakat, ormas, OKP, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk memberikan masukan yang akan menjadi referensi dalam menentukan sikap ke depan,” katanya. (fin)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy