Tambah Libur, TPP ASN Dipotong! – Kendari Pos
Nasional

Tambah Libur, TPP ASN Dipotong!

ASN lingkup Pemprov Sultra saat mengikuti apel sebelum pandemi Covid-19 menerpa Sultra. Usai lebaran, para ASN harus masuk bekerja. Tak ada lagi yang menambah libur demi pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan. DOK. LM SYUHADA RIDZKY / KENDARI POS


KENDARIPOS.CO.ID — Lebaran idulfitri tahun ini sungguh-sunguh berbeda dari tahun sebelumnya. Tradisi halal bihalal dan open house di rujab pejabat rutin digelar saban tahun. Tahun ini , tak ada namanya halal bihalal lingkup Pemprov Sultra, orgasai perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten dan kota. Bahkan tradisi open house gubernur, bupati dan wali kota pun ditiadakan.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Lukman Abunas sebelumnya telah mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov agar masuk pada hari pertama kerja setelah lebaran, hari ini. Para pegawai pun ditegaskan untuk tidak menyelenggarakan kegiatan halal bihalal. Termasuk kunjungan ke rumah-rumah rekan kerja dalam rangka lebaran. “Hari pertama masuk, kita tetap belum apel. Semua langsung memulai aktivitas kerja sesuai tupoksi masing-masing. Hal ini akan kita pantau, sebab kita harus bekerja cepat di tengah penanganan pandemi ini,”ujarnya kepada Kendari Pos, Senin (25/5) kemarin.

Ketua Dewan Masjid Indonesia wilayah Sultra itu menambahkan, para kepala OPD sudah diperintahkan untuk tidak menggelar open house. Ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Jadi, jangan lakukan halal bihalal dan bergantian kunjungan apalagi mengunjungi satu tempat secara beramai-ramai. Biasakan dengan pola video confrence,” ungkapnya.

Mantan Bupati Konawe dua periode itu menambahkan, imbauan-imbauan itu bukan berarti harus memutuskan silaturahmi. Silaturahmi masih bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang juga menyesuaikan dampak pandemi covid-19. “Upaya ini kita lakukan demi keselamatan dan kesehatan bersama. Terlebih, jika pandemi ini nantinya berakhir, Insya Allah kita bisa lakukan kumpul-kumpul kembali,”terangnya.

Menurut mantan Sekprov Sultra itu, para pegawai harus menjadi yang terdepan menjalankan imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai sebaran covid-19 ini. Jangan pula menjadi contoh orang yang melanggar imbauan itu. “Apapun aktivitas, lakukan dengan protokol kesehatan dan ada imbauan pemerintah yang harus dipedomani,” kata Lukman.

Orang nomor dua di Sultra itu berharap, bukan hanya para ASN, tetapi semua masyarakat agar tidak melakukan berkerumun dan menggelar halal bihalal. “Itu memang sudah menjadi tradisi pasca lebaran. Tetapi ada baiknya, jika dalam kondisi pandemi ini, tradisi seperti itu ditahan-tahan dulu. Agar kita semua bisa terhindar dari Covid-19,”pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Buton Tengah (Buteng), H. Samahuddin, menegaskan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintahannya harus segera kembali bekerja seperti biasa. Tidak ada yang menambah libur. “Cuti bersama dialihkan pada Desember nanti. Makanya para ASN jangan menambah hari libur. Sesuai aturan yang sudah ditetapkan, besok (Selasa) seluruh ASN dapat bekerja seperti biasa,” kata Samahuddin mengingatkan, Senin (25/5).

Meski demikian, Samahuddin memaklumi jika ada sebagian ASN yang bekerja di rumah. Namun, untuk para Kepala Dinas dan pejabat eselon lainnya, wajib untuk masuk kerja seperti biasa. “Dengan selesainya bulan suci Ramadan, para ASN harus kembali semangat bekerja seperti hari biasa. Jangan lagi bermalas-malasan. Apalagi ini demi kemajuan Buteng Berkah, kedepannya,” tandas Buteng-1 itu.

Pemerintah telah menetapkan libur hari raya Idul Fitri selama lima hari, mulai tanggal 21 hingga 25 Mei 2020. Maka, Selasa (26/5), semua Aparatur Sipil Megara (ASN) harus kembali beraktivitas. Terkait keputusan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka, mewanti-wanti aparaturnya untuk tidak menambah-nambah libur. Bagi ASN yang ketahuan menambah libur, maka akan diberikan sanksi. “Selasa (hari ini,red) pegawai sudah harus masuk kantor lagi. Bagi ASN yang tambah libur pasti akan kami berikan sanksi,” ulang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kolaka, Hj. Andi Tenri Gau, menegaskan, Senin (25/5) kemarin.

Wanita yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Kolaka itu mengatakan, untuk mengetahui siapa saja pegawai yang absen saat hari pertama kerja, maka pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Jika dalam Sidak tersebut ditemukan ada ASN yang sengaja menambah libur, maka pihaknya tak akan segan memberikan sanksi. “Yang tidak hadir tentu kami akan berikan hukuman. Sanksinya itu minimal teguran tertulis hingga pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP),” ujarnya.

Agar pelanggaran tersebut tak dilakukan oleh ASN, maka Tenri jauh hari mengimbau pegawai untuk tidak mudik lebaran. Apalagi kata dia telah ada larangan pemerintah agar ASN tidak mudik di masa pandemi Covid-19. “Kami harap semua pegawai harus masuk kantor sesuai jadwal. Tak ada yang menambah libur. Olehnya itu, selama libur jaga kesehatan dan jangan lakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan protokol Covid-19,” ulangnya, menegaskan. (rah/rud/fad/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy