Sopir Angkutan Protes ke Dishub Kolut : Kami Dilarang, Sopir Lain Bebas Beroperasi – Kendari Pos
Kolaka Utara

Sopir Angkutan Protes ke Dishub Kolut : Kami Dilarang, Sopir Lain Bebas Beroperasi

KENDARIPOS.CO.ID — Puluhan sopir angkutan yang selama ini tidak melayani penumpang di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) melayangkan protes ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub). Mereka kecewa karena saat mereka dilarang mengangkut penumpang, justru masih banyak sopir lain yang bebas beroperasi melakukan bongkar muat dari dan ke luar daerah. Aspirasi tersebut diungkapkan salah seorang sopir trayek Kolut-Kolaka, Fuad. Menurutnya, selama ini ia patuh pada larangan memuat penumpang dan cukup melayani kiriman barang serta logistik lainnya.

“Teman-teman yang datang ini iri. Mereka dilarang tetapi masih banyak juga yang beroperasi angkut penumpang,” bebernya yang ditemui di DPRD Kolut, Selasa (12/5). Ia membeberkan modus para sopir yang bermain itu disebut bebas keluar-masuk mengangkut penumpang melewati pos penjagaan. Dominan mereka gonta-ganti kendaraan ber-plat hitam (pribadi) baik tujuan Sulawesi Selatan atau beberapa kabupaten di Sultra. “Kalau tiba di batas mereka turunkan penumpang sebelum posko penjagaan. Penumpangnya turun melintas duluan jalan atau ojek menunggu di warung-warung setelah Posko untuk dijemput,” ungkapnya.

Selain itu, sopir tersebut juga dianggap bekerja sama dengan angkutan lain dari dua sisi Posko dalam menaik-turunkan penumpang. Hal itu belum lagi memanfaatkan momentum jam bebas yang dilonggarkan pemerintah dari pukul 00.00 Wita hingga dini hari. “Kadang mereka menunggu di batas sampai tengah malam, baru melintas,” bebernya lagi.

Fuad juga mengemukakan, jika kendaraan yang hanya melintasi Kolut tidak semuanya mengangkut penumpang dari Kolaka melewati Bumi Patowonua. Sering dijumpai sendiri angkutan umum lintas provinsi justru membongkar beberapa penumpang di Kolut. Itu fakta karena ia sendiri menjumpai. “Gampang. masyarakat Kolut keluar masuk dengan mengaku hanya melintas saja karena memang diangkut kendaraan lintas provinsi,” paparnya. Ia saat ini sudah terdata sebagai sopir yang mendapat bantuan dari pemerintah sebesar Rp 600 ribu per bulan, namun juga belum cair.

Suasana saat pertemuan antara sopir angkutan dengan Dishub Kolaka Utara.

Kadis Perhubungan Kolut, Ir. Junus dengan tegas berjanji akan meminta personelnya yang bertugas di Posko pemantauan untuk berhenti bertugas jika ada yang bermain. Memang sebelumnya ada kasus seperti yang disampaikan Fuad terjadi di Batas Kolut-Luwu Timur. “Saat lewat Posko, memang kosong penumpang. Namun nyatanya kami dapati penumpangnya disuruh mengitari jalan lain melewati Posko,” paparnya.

Junus juga meminta data atau bukti jika dijumpai sopir yang masih bebas keluar masuk Kolut mengangkut penumpang. Paling tidak surat-suratnya bakal disita. “Kami merespon dan bantu juga kami dengan bukti agar bisa bertindak tegas,” pintanya. Terkait permintaan para sopir bisa mengangkut penumpang batas empat orang belum bisa ia setujui. Sebab jika diindahkan, sopir justru akan mengambil kesempatan mengangkut penumpang sebanyak-banyaknya keluar masuk wilayah.

“Rekan-rekan juga harus pahami bahwa kasus positif Covid-19 yang ada di Kolut dominan dibawa dari luar. Ketika dilonggarkan maka ancaman meledaknya kasus di daerah kita bisa saja sulit dikendalikan lagi,” imbuhnya. Aspirasi itu sendiri akan diteruskan ke Bupati Kolut, Nur Rahman Umar guna menyikapi persoalan dan permintaan para sopir yang dihadapi saat ini. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy