Screening Suhu Tubuh di Wilayah Perbatasan : Di Atas 37 Derajat Celcius, Pelintas Bakal Rapid Test – Kendari Pos
Metro Kendari

Screening Suhu Tubuh di Wilayah Perbatasan : Di Atas 37 Derajat Celcius, Pelintas Bakal Rapid Test

Pengecakan suhu tubuh di perbatasan. Jika di atas 37 derajat, pelintas harus rapid test

KENDARIPOS.CO.ID — Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 mulai melakukan screening di seluruh perbatasan yang ada di Kota Kendari. Upaya ini untuk mendukung Pemkot Kendari dalam melakukan pengawasan di wilayah perbatasan serta untuk memutus mata penyebaran Covid-19 di Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mendata dan memeriksa warga yang masuk ke Kota Kendari pasca lebaran. “Biasanya pasca lebaran ada warga pendatang yang ingin mengadu nasib di Kendari. Oleh karena itu, Screening adalah salah satu langkah awal pencegahan dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Kendari,” ungkapnya.

Screening yang dimaksud kata Sulkarnain, yakni dilakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi pelintas serta dilakukan pendataan. Jika dalam screening ditemukan pelintas yang memiliki suhu di atas 37 derajat selcius. maka yang bersangkutan wajib dirapid test. “Jika hasilnya Reaktif (Positif Covid-19, Red), maka yang bersangkutan akan kami pakaikan gelang penanda khusus dan kami sarankan untuk melakukan karantina secara mandiri dirumah sembari menunggu pemeriksaan (uji) swab di RSUP Bahteramas,” kata Sulkarnain.

Selama masa karantina lanjut Sulkarnain, pasien Reaktif Covid-19 wajib lapor di Dinas Kesehatan dan pusat layanan kesehatan terdekat terkait kondisinnya.

Pemeriksaan rapid test akan dilakukan secara terus menerus diperbatasan sampai kemudian pandemik Covid-19 benar-benar berakhir. Begitupun rapid test terhadap masyarakat bakal dilakukan secara berkala mengingat prinsip dari pandemi ini adalah no test berarti no case atau sedikit melakukan pemeriksaan maka makin sedikit bahkan nihil jumlah kasus yang ditemukan.

Sulkarnain menambahkan, hasil rapid test bukan menjadi acuan untuk mendiagnosa seseorang terinfeksi virus Corona karena tingkat akurasinya masih diragukan. Untuk menentukan seseorang terinfeksi atau tidak sambung dia, itu harus berdasarkan uji laboeatorium atau tes PCR (Polymerase Chain Reaction) terhadap sampel swab tenggorok.

“Bagi pelintas maupun warga yang dinyatakan reaktif atau positif berdasarkan rapid test, maka diminta untuk karantina diri dan dimungkinkan untuk dilakukan swab,” tegasnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy