PPDB SMA/SMK di Sultra Mulai 22 Juni Secara Online – Kendari Pos
Edukasi

PPDB SMA/SMK di Sultra Mulai 22 Juni Secara Online

Siswa SMAN 4 Kendari saat mengikuti proses belajar mengajar pada waktu lalu

KENDARIPOS.CO.ID– Bagi siswa lulusan SMP di Sulawesi Teggara (Sultra), kini sudah bisa mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020. Pelaksanaan PPDB di Sultra dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni-4 Juli 2020 mendatang. Terkait pandemi Covid-19, maka PPDB tahun ini berlangsung secara daring atau online.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Asrun Lio mengatakan bahwa pelaksanaan PPDB secara online merupakan sistem yang akan digunakan siswa dan sekolah mulai dari proses mendaftar, seleksi hingga pengumuman.

Dengan mekanisme seperti ini, orang tua dan calon peserta didik baru tidak perlu datang ke sekolah. Cukup melakukan pendaftaran melalui aplikasi yang disediakan, ungkapnya, Jumat (29/5).

Lanjut Asrun, bagi calon peserta didik baru jenjang SMA sederajat, cukup melakukan pendaftaran PPDB melalui https://www.sultra.siap.ppdb.com. Saat ini, sistem PPDB secara online sudah masuk pada tahap sosialisasi. Tahap ini kita lakukan hingga akhir bulan Juni, dengan harapan tidak ada lagi orang tua maupun calon peserta didik yang kebingungan ketika melakukan pendaftaran, terangnya.

Ia juga menuturkan PPDB 2020 ini berlangsung dengan menggunakan 4 jalur yang masing-masing memiliki kuota yang berbeda, yaitu zonasi 50 persen, afirmasi 15 persen, jalur perpindahan tugas orang tua/wali 5 persen serta jalur prestasi 30 persen. Diterimanya calon peserta didik baru di sekolah melalui jalur zonasi akan ditentukan melalui domisili berdasarkan alamat pada KK yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. Apabila calon pesert didik baru tidak memiliki KK, maka bisa diganti dengan surat keterangan domisili dari RT atau RW yang dilegalisir oleh lurah atau kepala desa, imbuhnya.

Sedangkan jalur afirmasi diperuntukan bagi calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu, dibuktikan dengan keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat ataupun daerah. Seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya. Sementara bagi calon peserta didik baru yang mengikuti perpindahan tugas orang tua, harus dibuktikan dengan surat tugas dari instansi maupun lembaga tempatnya bekerja. Adapun calon peserta didik baru yang menggunakan jalur prestasi harus dibuktikan dengan nilai rapor dari semester 1-5, serta bisa menggunakan hasil lomba atau penghargaan di bidang akademik atau non-akademik tingkat nasional hingga internasional.

Pada jalur prestasi ini dibagi menjadi dua kategori, yakni kuota prestasi yang menggunakan nilai rapor sebesar 20 persen, sementara untuk prestasi melalui lomba baik akademik maupun nonakademik sebesar 10 persen, tuturnya.

Namun diakui Asrun, dalam penerapan sistem PPDB online tahun ini. Tentu terdapat beberapa sekolah yang belum memadai untuk menerapkan sistem PPDB secara Daring. Ini disebabkan, oleh berbagai faktor, seperti sarana prasarana khususnya tidak tersedianya jaringan. Sehingga, sekolah yang belum mampu melaksanakan sistem PPDB online maka diperbolehkan untuk menerapkan penerimaan peserta didik baru dengan cara offline atau Luring, dengan catatan harus mematuhi segala bentuk protokol kesehatan terkait Covid-19. Bagi sekolah yang membuka Pendafataran dengan cara offline maka wajib untuk memberlakukan protokol kesehatan dilingkungan pendaftaran. Seperti penggunaan masker dan lain sebagainya, tandasnya. (b/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy