Pilkada 2020, Pendaftaran Paslon Digelar September – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pilkada 2020, Pendaftaran Paslon Digelar September


KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah dan KPU menyepakati pemungutan suara Pilakada Serentak dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang. Bergesernya jadwal tersebut rupanya berimplikasi pada beberapa tahapannya. “Sebelum bergeser, tahapannya itu akan dimulai pada 6 Juni. Kini menjadi 15 Juni atau bergeser 9 hari. Kesepakatan itu tentu diambil berdasarkan pertimbangan dari penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU, dan juga atas saran dan dukungan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” kata Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib, Kamis (28/5) kemarin.

Mengacu pada awal tahapan Pilkada yang dimulai 15 Juni, kata Natsir, maka otomatis pendaftaran calon kada juga bergeser. “Tahapan pendaftaran pasangan calon itu dimulai September. Saat ini kita masih menunggu Peraturan KPU lanjutan,” tambah Abdul Natsir Muthalib.

Pria yang karib disapa Ojo itu menjelaskan pelaksanaan tahapan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Harus ada tambahan anggaran untuk tetap berada pada jalur protokol kesehatan. Dana tambahan itu bakal dipakai membeli alat pelindung diri (APD) untuk para petugas penyelenggara pemilu. Di antaranya berupa masker, baju pelindung diri, sarung tangan, pelindung wajah, tong air, sabun cuci tangan, tisu hingga cairan disinfektan. “Seperti APD khususnya pada jajaran badan penyelenggara adhoc (PPK, PPS, KPPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih,” bebernya.

Pengamat Politik Sultra, Dr. Muh Najib Husain menilai, tantangan KPU dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 akan semakin berat. Di satu sisi, KPU harus memastikan Pilkada yang digelar di masa pandemi tidak memberikan dampak negatif terhadap masyarakat baik pemilih maupun penyelenggara. Namun di sisi lain, KPU belum memiliki perangkat yang memadai untuk melaksanakan tahapan kontestasi lima tahunan yang berbasis digital sebagai upaya meminimalisir penyebaran Cobvid-19.

“Saya ragu KPU siap melaksanakan Pilkada di tengah pandemi dengan berbasis IT. Misalnya, verifikasi untuk calon perseorangan dan bimbingan teknis (bimtek) kepada badan adhoc.
Untuk pemungutan suara dengan metode e-voting sudah pasti belum sanggup dilakukan apalagi di Sultra,” ujar Najib Husain, Kamis (28/5) kemarin.

Jika tahapan dilanjutkan pada 15 Juni 2020, maka mulai saat ini KPU harus menyiapkan alat pelindung diri (APD) bagi para penyelenggara pemilu sebab mereka sangat berisiko terpapar selama bertugas di lapangan.
Selain itu, bimtek kemungkinan tidak akan dilaksanakan secara tatap muka, maka KPU harus memastikan para penyelenggara bisa memiliki pemahaman yang memadai terkait teknis Pilkada 2020. Apalagi mengingat sampai hari ini KPU belum pernah melaksanakan bimtek terhadap para anggota adhoc.

“Yang perlu dipertimbangkan juga, jika durasi kampanye dikurangi, harus ada opsi yang diberikan oleh KPU kepada para kandidat nantinya. Jangan sampai ada pengurangan durasi kampanye yang bisa merugikan para kontestan,” imbuhnya.

Najib mengingatkan pentingnya Bawaslu mengawasi dan mencegah pelanggaran yang mungkin dilakukan selama tahapan online. Terkait kemungkinan praktik money politic selama masa pandemi yang terbuka lebar, kata Najib, sudah saatnya masyarakat mulai menagih kinerja Bawaslu di tujuh kabupaten/kota.

“Seperti apa pantauan mereka terutama terhadap tujuh petahana. Selama pandemi Covid ini, Bawaslu sudah harus memiliki catatan. Kerja Bawaslu sangat dibutuhkan dalam menjaga tidak terjadi politik uang selama tahapan Pilkada,” imbuhnya.

Sementara itu, pemungutan suara Pilkada pada Desember 2020 nanti menurut Najib tidak akan berpengaruh terhadap jumlah kandidat yang akan tampil. Namun, kemungkinan akan mempengaruhi partisipasi pemilih. Kata dia, bisa jadi masyarakat akan enggan menyalurkan suara di tempat pemungutan suara (TPS) jika angka kasus Covid-19 belum mampu ditekan.

“Tingkat partisipasi pemilih besar kemungkinan akan menurun. Sudah pasti sosialisasi pelaksanaan Pilkada oleh KPU kepada masyarakat akan berkurang baik dari frekuensi maupun titik lokasi pelaksanaan. Maka KPU sudah harus memikirkan bagaimana agar kualitas sosialisasi tetap terjaga dan mampu meyakinkan pemilih untuk mencoblos,” argumen Ketua Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) ini.

Kata Najib, e-rekap juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko terpapar bagi penyelenggara pemilu. Jangan sampai Pilkada ini menelan korban jiwa sebagaimana yang pernah terjadi pada pemilu 2019.

“Pilkada tidak akan diundur karena pemerintah sudah memutuskan untuk melakukan new normal. Ini tanda bahwa semua sektor akan ikut terhadap kebijakan yang ditetapkan Jokowi, salah satunya pelaksanaan Pilkada. Padahal jika saja KPU bisa tegas maka Pilkada bisa saja ditunda hingga kondisi normal kembali. Persoalannya, KPU RI yang ada hari ini tidak memiliki bargaining (nilai tawar) terhadap pemerintah,” jelasnya.

Saat ini bola itu ada pada KPU-RI, jika KPU RI berani mengambil sikap memutuskan menunda pilkada pada bulan Maret 2021 itu jauh lebih bagus. “Pendapat saya lebih aman jika memilih Maret 2021 karena pertimbangannya tidak tergesa-gesa dan juga tidak terlalu lama. Selain itu, keselamatan dan kesehatan publik serta kualitas hasil pemilu jauh lebih terjaga. Apalagi ini adalah “pesta” bagi rakyat. Masa ada “pesta” dalam suasana kecemasan,”tutur Najib.

Terpisah, Anggota Komisi II DPR RI Dapil Sultra, Hugua menjelaskan pertimbangan pemerintah melalui Kemendagri, DPR RI, KPU RI serta Bawaslu RI tetap melaksanakan Pilkada, mengingat wabah Covid-19 tidak bisa diprediksi kapan berakhir. “Ditunda tahun 2021 pun belum ada yang menjamin sudah aman dari pandemi. Jadi kesepakatan tetap dilaksanakan 9 Desember 2020,” jelas saat dihubungi Kendari Pos, kemarin.

Mantan Bupati Wakatobi dua periode itu bahwa pelaksanan Pilkada serentak juga akan disesuaikan dengan protokol kesahatan Covid-19. Seperti penataan TPS yang ruangnya harus lebih luas supaya tetap bisa jaga jarak (social distancing). “Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak selama proses kampanye hingga tahap pencoblosan di TPS dan tahap rekapitulasi hasil suara,” terangnya. (ags/uli/m3/b)

Tahapan Pendaftaran Paslon

Tahapan Waktu
-Pendaftaran paslon 4-6 September 2020
-Verifikasi Syarat Pencalonan 4-6 September 2020
-Tanggapan & masukan masyarakat 4-8 September 2020
-Verifikasi syarat calon 6-12 September 2020
-Pemeriksaan kesehatan 11-12 September 2020
-Pemberitahuan hasil verifikasi 13-14 September 2020
-Penyerahan perbaikan syarat calon 14-16 September 2020
-Verifikasi perbaikan syarat calon 16-22 September 2020
-Penetapan paslon 23 September 2020

Protokol Covid-19 dalam Tahapan Pilkada 2020
1.Pencalonan dan Syarat Calon :
-Semua prosedur verifikasi dilakukan secara daring
-Petugas verifikasi berkooridasi secara daring
-Mengoptimalkan fungsi dari Silon
-Jumlah undangan dibatasi dalam setiap rapat
-Selama proses verifikasi, KPU wajib menyertakan perwakiln gugus tugas Covid setempat
-Komunikasi perwakilan paslon/parpol dilakukan melalui daring (dilarang tatap muka)

  1. Logistik
    -Penambahan anggaran logistik
    -Memastikan stok bahan baku perlengkapan Pilkada yang tersedia di pasaran
    -Perusahaan memastikan ketersediaan jumlah tenaga kerja yang mengerjakan kebutuhan perlengkapan penyelenggaran pemilihan
    -Tidak ada pergeseran jadwal tahapan penetapan paslon & penetapan DPS
    -Dipastikan perusahaan sudah dapat beroperasi normal

3.Kampanye
-Harus menjamin kampanye berjalan lancar dengan mengikuti instruksi pemerintah
-Mempersiapkan SOP protokol pencegahan penyebaran
-Meminimalisir penularan
-Perusahaan pencetakan APK dipastikan beroperasi normal
-Tidak ada kontak fisik/pengumpulan massa selama kampanye
-Masa kampanye dipersingkat, agar penyelesaian sengketa PTUN berkurang

DATA DIOLAH KENDARI POS DARI BERBAGAI SUMBER

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy