Perihal JPS, Oleh: Prof. Eka Suaib – Kendari Pos
Kolom

Perihal JPS, Oleh: Prof. Eka Suaib

Prof. Dr. Eka Suaib

KENDARIPOS.CO.ID — Kebijakan pemerintah untuk menekan dampak covid-19 yakni adanya program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Ruang lingkupnya yakni tambahan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, adanya subsidi listrik, tambahan operasi pasar dan logistik, serta keringanan pembayaran kredit bagi pekerja informal.

Sasarannya adalah kelompok miskin yang rentan. Juga pada menyasar pada kelompok akibat wabah pandemi. Jika sebelum pandemik, .mereka ‘hampir mendekati kelas menengah’, Situasinya, mereka kehilangan pendapatan. JPS hadir untuk memastikan bahwa negara tetap hadir pada situasi apapun juga.

Pemerintah daerah, pada semua level perlu mempersiapkan diri dengan matang. Agar program dapat betul-betul efektif. Hal esensial agar JPS ini efektif yakni sistem pendataan lebih mudah diakses. Data siapa yang akan digunakan. Lalu, bagaimana caranya agar penyalurannya tidak menimbulkan kerumunan.

Data siapa yang digunakan? Penulis tidak punya informasi yang banyak tentang hal ini. Bisa saja data yang digunakan yakni dari Kementrian Sosial. Jadi, basis datanya disediakan dari institusi ini. Kita berpikiran positif saja. Data memang sudah tersedia. Hanya saja, bukan berarti bahwa tidak perlu untuk dipadukan dengan sumber data lain. Misalnya, pendataan yang dilakukan secara mandiri oleh RT/RW, Kepala Desa/Lurah. Jadi sifatnya saling melengkapi.

Bukan pekerjaan mudah. Selama ini, pada semua jenis program belum terbangun mekanisme dan sistem pendataan yang lebih terstruktur, terpadu dan inovatif. Karena itu perlu didudukkan bersama. Pemerintah dituntut untuk terbuka kerjasama dengan lembaga lain. Tujuannya agar ada pengintegrasian dan keterbukaan data. Sebaliknya, lembaga lain yang melakukan registrasi, perlu terbuka. Seperti, metode pengumpulan data, alat ukur, wilayah/area pengumpulan data. Prinsipnya, semua berpegang pada akurasi dan validasi. Jika itu terwujud maka pada implelementasi penyaluran akan lebih tepat sasaran.

Guna menghindari kerumunan, maka sebaiknya bisa bekerja sama dengan penyedia transportasi online. Atau bisa juga bekerja sama dengan minimarket yang ada di kawasan perkotaan. Masyarakat yang berhak menerima mengunjungi tempat yang sudah ditentukan. Bagi masyarakat pedesaan, bisa dicoba melalui mekanisme transfer antar bank. Mungkin cara ini juga masih ada kendala. Pasalnya, variasi sarana ini belum merata ke pelosok desa.

Berbagai macam program yang akan diberikan memiliki karakteristik tersendiri. Dengan demikian akan dijumpai variasi dalam implementasinya. Misanya, dalam hal pemberian bantuan penerima sembako memiliki perbedaan dengan program tarif listrik. Juga perbedaan program PKH dengan program pra kerja. Kapasitas pelaksana program di lapangan sangatlah menentukan agar betul-betul program ini dapat terwujud dengan baik. Variasi program cukup beragam.

Cacat bawaan dari program seperti JPS yakni menciptakan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah. Tapi untuk kali ini, situasinya memang tidak bisa dihindari. Akibat pandemik ini, mendatangkan efek dahsyat bukan hanya kesehatan, tetapi juga pada aspek ekonomi. Tidak ada jalan lain, dibutuhkan sikap empati yang tinggi dari berbagai pihak memberikan bantuannya kepada orang yang membutuhkan.

Tidak usah dulu mempersoalkan hal-hal yang bukan subtantif. Melalui sikap kebapakan, Ali Mazi selaku Gubernur menghimbau untuk saling membahu.”Kita sangat serius. Kita berkomitmen kuat, bahwa virus mematikan ini harus bersih dari setiap jengkal tanah Sulawesi Tenggara”. Pesan yang secara tersirat agar saat ini butuh kerja keras dan semangat
bekerja sama dari semua pihak.

Tuntutan publik saat ini yakni hadirnya pemerintah dalam memberikan kesejahteraan bagi para warganya. Ini berarti, pada situasi pandemik ini, pemerintahan memang perlu terus dinamis untuk memperluas jangkauan, kompetensi dan komitmen untuk memberikan pelayanan. Pun, juga memberikan peluang bagi aktor-aktor berpengalaman, terutama pada level implementor program untuk membagi pengetahuan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy