Percantik Wajah Kota, Pemkot Kendari Tata Kawasan Kumuh – Kendari Pos
Metro Kendari

Percantik Wajah Kota, Pemkot Kendari Tata Kawasan Kumuh

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kemeja bergambar hati) meninjau lokasi pembangunan Water Front City (WFC) di kawasan Bungkutoko.

KENDARIPOS.CO.ID — Meskipun disibukan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Pemkot Kendari tak melupakan program prioritas lainnya. Sesuai hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) April lalu, pemerintah di bawah duet Sulkarnain Kadir dan Hj Siska Karina Imran ini masih fokus pada peningkatan kualitas pemukiman kumuh.

“Alhamdulillah, kawasan kumuh di Kota Kendari berhasil kita kurangi secara priodik, yakni dari 385,12 hektar 2018 menjadi 275,2 hektar di 2019. Tahun ini, kami optimis luasannya semakin berkurang. Apalagi raperda tentang peningkatan kualitas pemukiman kumuh telah tuntas dibahas dewan,” kata Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, kemarin.

Saat ini, Pemkot sedang melaksanakan program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh). Dimana ada dua fokus penataan kawasan kumuh saat ini. Yakni kawasan penataan Kawasan Bungkutoko dan penataan Kali Mandonga.

“Dua kawasan ini berpotensi menjadi tempat wisata baru bagi warga metro. Kawasan Bungkutoko menyajikan pemandangan Teluk Kendari dan Jembatan Bungkutoko yang indah. Sedangkan Kali Mandonga sangat potensial untuk ditata seindah mungkin. Bisa dipoles jadi sungai warna warni. Saya pastikan akan banyak pengunjungnya dan masyarakatnya akan betah tinggal dikawasan tersebut,” kata Sulkarnain.

Terpisah, Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPDR Kota Kendari, Ilham Hamra mengatakan raperda yang dibahas untuk mengakomodir wilayah-wilayah kumuh di Kota Kendari, dalam bentuk penataan kawasan baik direnovasi, relokasi, atau bahkan diubah.

“Kita akan tata sebagai dasar kita buat perda ini. Untuk sasaran daerah pesisir, mereka yang tinggal di atas air atau di pingiran sungai. Termasuk di dataran kota maupun pingiran kota, serta perbukitan juga akan kita tata. Supaya statusnya bisa menjadi kawasan yang layak huni,” tuturnya.

Kriteria kawasan kumuh yang dimaksud sambungnya, bisa dilihat dari segi pembagunanya. Baik lingkungan, sarana prasarana yang tidak terpenuhi, persyaratan wilayah seperti drainase, persampahannya, dan air bersih tidak ada. “Makanya, akan kita lihat dulu kondisinya. Pertama kita tata jalan lingkunganya, air bersihnya, persampahannya, drainasenya, sistem pembuangan air limbahnya. Nah itulah yang kita mau perbaiki,” paparnya.

Untuk saat ini, wilayah yang masuk dalam kota kumuh untuk daerah pesisir adalah Bungkutoko, Nambo, Petoaha, lapulu, dan Pudai. Selain itu, kawasan dataran dan perbukitan berada di Kendari Barat seperti Lahundape dan Tipulu. “Penataanya itu langsung di Bapedda Kendari dan Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat. Mereka yang melakukan penataan dan zona-zona wilayah mana saja yang masuk pemukiman kumuh. Dana untuk pembagunan lebih dari 200 unit rumah bersumber dari dana pusat,” kata Ilham. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy