Perbatasan Buton-Baubau Diawasi Ketat – Kendari Pos
Nasional

Perbatasan Buton-Baubau Diawasi Ketat

Kepala BPBD Buton, Manafu

KENDARIPOS.CO.ID — 15 pasien positif Covid-19 di Kota Baubau, menjadi “alarm” bagi masyarakat Kabupaten Buton. Dua wilayah itu secara geografis memang saling terkoneksi. Dua sudut wilayah Buton berbatasan langsung dengan Kota Baubau yakni Desa Kamelanta, Kecamatan Kapontori dan Desa Kaongkeongkea …

Kecamatan Pasarwajo. Mobilisasi orang di dua wilayah itu cukup tinggi setiap harinya. Olehnya itu, Pemkab Buton pun semakin memperketat pengawasan wilayah perbatasan.

Pemeriksaan suhu tubuh wajib dilakukan demi memproteksi penyebaran Covid-19.

Kamis pagi kemarin, tim gugus tugas pencegahan Covid-19 Kabupaten Buton melakukan monitoring posko perbatasan di Desa Kamelanta Kecamatan Kapontori. Kegiatan itu dimotori oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sultra.

Selain melakukan pengawasan, mereka membagikan masker gratis kepada para pelintas dan warga setempat.

“Hari ini ada tim gugus tugas provinsi yang turun melihat kinerja kita di kabupaten. Sekaligus juga bagi-bagi masker. Sekira 500 masker kita bagi di Kamelanta,” kata Manafu, Kepala BPBD Buton kepada Kendari Pos, Kamis (28/5) kemarin.

Lanjut dia, pembagian masker itu bertujuan untuk mengingatkan masyarakat bahwa setiap bepergian wajib menggunakan masker. Itu menjadi salah satu perlindungan utama dalam menangkal terpaparnya tubuh dari Covid-19.

“Karena ancaman Covid-19 ini belum mereda, maka masyarakat kita juga harus ekstra waspada. Masker itu wajib dipakai. Masyarakat tentu butuh banyak masker makanya kita berikan secara gratis,” tambah Manafu.

Soal kinerja tim di posko perbatasan menurut dia sudah cukup baik. Personel berjaga silih berganti selama 24 jam. Petugas akan memeriksa suhu tubuh setiap pelintas, terutama warga yang akan masuk di kawasan Kabupaten Buton. Mereka yang bersuhu tubuh melampaui batas normal dianggap berpotensi terpapar sehingga langsung diarahkan ke posko utama kabupaten untuk menjalani rapid test.

“Posko perbatasan itu beroperasi 24 jam. Mendata dan memeriksa setiap pelintas. Kita berlakukan protokol kesehatan,” tambah Manafu.

Dia berharap, Kabupaten Buton terus berada dalam zona hijau Covid-19. Kesadaran masyarakat dan kerja aktif pemerintah menjadi kunci suksesnya upaya pencegahan. “Kita sama-sama berupaya dan mendoakan daerah kita, bukan hanya Buton tapi Sulawesi Tenggara juga,” tutup Manafu. (lyn/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy