Penyaluran BLT-DD, Pemdes Muna Diminta Adil dan Transparan – Kendari Pos
Muna

Penyaluran BLT-DD, Pemdes Muna Diminta Adil dan Transparan

Pemdes diminta adil menentukan penerima manfaat BLT. Tak hanya untuk masyarakat miskin, melainkan juga bagi warga terdampak, wajib tersentuh bantuan jaring pengaman sosial tersebut. Harapan itu disampaikan Bupati Muna, LM Rusman Emba (kedua dari kiri).


KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Desa (Pemdes) harus berlaku adil dalam menentukan siapa saja penerima manfaat bantuan langsung tunai (BLT). Bukan saja masyarakat miskin, melainkan setiap warga terdampak wajib tersentuh bantuan jaring pengaman sosial tersebut. Penegasan itu dilontarkan langsung Bupati Muna, LM. Rusman Emba. Disebutkannya, pemerintah juga menyiapkan skema pendanaan melalui APBD untuk mengakomodasi warga yang tidak tersentuh BLT dana desa.

Menurutnya, BLT-DD wajib dikelola dengan asas keadilan. “Upayakan menyentuh semua, terutama masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat kebijakan sosial distancing,” terangnya, kemarin. Kebijakan penyaluran BLT-DD menurut mantan Ketua DPRD Sultra itu, bukan saja menjadi instrumen ekonomi bagi masyarakat miskin di desa. Melainkan lebih jauh, kebijakan dimaksudkan sebagai jaring pengaman sosial agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Makanya, ia meminta proses pendataan harus memerhatikan masyarakat terdampak seperti pelaku usaha rumahan.

Setiap desa tidak perlu ragu jika dana desa tidak mencukupi jumlah penerima manfaat. “Silahkan melapor ke daerah melalui Camat jika ada yang belum terkafer. Kami sudah siapkan juga dana melalui APBD,” ujarnya, kemarin. Khusus soal penyaluran BLT, ia menegaskan jika masyarakat wajib menerima senilai Rp 600 ribu tanpa potongan dengan alasan apapun. Masyarakat diminta aktif melakukan pengawasan pada oknum kepala desa yang berani main-main dengan bantuan kebencanaan tersebut. “Jangan takut laporkan,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan agar penyaluran bantuan jaring pengaman sosial itu jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan dalam penanggulangan Covid-19. Posisi duduk warga harus berjarak minimal satu meter, jika Pemdes memilih metode penyaluran berkelompok. Penyerahan “door to door” juga lebih dianjurkan. “Saya minta semua disiplin, wajib pakai masker saat di luar rumah,” terangnya.

Lebih jauh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Muna, Rustam, menerangkan puluhan desa telah menyalurkan BLT. Setiap desa menganggarkan sesuai jumlah DD. Antara lain 25 persen bagi desa dengan total DD dibawah Rp 800 juta, 30 persen bagi DD berkisar Rp 1 miliar dan Rp 35 persen bagi DD diatas Rp 1,2 miliar. Jika desa merasa kurang dengan dana tersebut karena jumlah penerima lebih banyak, maka dibolehkan mengajukan nama penerima tambahan ke Pemkab. “Nanti APBD yang tanggulangi lebihnya,” jelas Rustam. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy