Pengamat Sebut Pemerintah Gagal Berikan Solusi Larangan Mudik – Kendari Pos
Nasional

Pengamat Sebut Pemerintah Gagal Berikan Solusi Larangan Mudik

Yayat Supriatna

KENDARIPOS.CO.ID — Larangan warga melakukan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah masih menyisakan sejumlah persoalan. Secara kasat mata memang terlihat jelas ada upaya penyekatan kendaraan mudik. Namun, di balik itu diperkirakan ada warga yang pulang kampung secara diam-diam.

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Jakarta, Yayat Supriatna mengatakan, warga yang saat ini memaksa mudik bukan bertujuan sekedar mudik biasa. Melainkan ingin menyelamatkan hidupnya. karena di Jakarta mereka tak lagi bisa bekerja dan mendapat penghasilan. “Pilihan mudik itu untuk menyelamatkan kehidupan selanjutnya. Karena satu yang dihadapi adalah ketidakpastian,” kata Yayat saat dihubungi JawaPos.com (grup Kendari Pos), senin (4/5).

Ketidakpastian yang dimaksud Yayat yakni pandemi Covid-19 di Jakarta yang belum diketahui kapan akan berakhir. Selam wabah masih menyebar, maka banyak warga tidak bisa bekerja. Sedangkan kebutuhan hidup di Jakarta terbilang tinggi. “Efektivitas mudik ini akan sangat tergantung pada situasi dan kondisi dari sisi pandemi apakah semakin parah atau tidak,” imbuhnya.

Jika kondisi semakin parah, warga akan memaksa melakukan mudik. Karena tidak ada pilihan lain. Mudik dianggap solusi menyelamatkan kehidupan, sebab hidup di kampung berbiaya lebih murah. Serta tak perlu membayar sewa tempat tinggal.

Ketika situasi tersebut terjadi, maka warga akan mencari berbagai cara untuk bisa kembali ke kampung halaman. Meskipun ada larangan. Oleh karena itu, pemerintah dianggap tidak bisa hanya sebatas mengeluarkan larangan. Nanun, harus ada bantuan sosial (bansos) untuk warga yang dilarang mudik tersebut. Bantuan tersebut tidak hanta sebatas bahan makanan, melainkan ada aspek kebutuhan hidup lain yang juga harus dibantu.

“Contoh orang yang tinggal di rumah susun bisa nggak rumah susun digratiskan selama 2-3 bulan. Mereka ingin mudik karena nggak bisa bayar kontrakan, bisa nggak ditampung di GOR, di balai, panti sosial, tapi harus ada dapur umum. Mereka terpaksa mudik bukan karena maunya mudik. Tapi keadaan yang memaksa,” pungkasnya. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy