Penanganan Tepat, Genangan Air di Kendari Berkurang Seribu Hektar – Kendari Pos
Metro Kendari

Penanganan Tepat, Genangan Air di Kendari Berkurang Seribu Hektar

Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir (dua dari kiri) mendengarkan pemaparan perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XXI Kendari perihal penanganan genangan air di Kota Kendari. Agus Setiawan/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir tidak main-main dalam upaya penanganan genangan air (banjir). Sejak 2019 Pemkot terus mengatasi daerah genangan air. Hingga kini, sekitar ribuan hektar genangan air mampu diatasi.

“Alhamdulillah, sejauh ini kita mampu mengurangi beberapa luas genangan air. Jika tahun lalu luasnya 2.200 hektar, tahun ini tersisa 1.200 hektar. Dalam kata lain kami berhasil mengatasi sekitar 1.000 hektar genangan air,” ungkap Sulkarnain Kadir kemarin.

Capaian tersebut sambungnya, tak lepas dari kerja keras pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan banjir di Kota Kendari. Misalnya dengan melakukan beberapa pembangunan fisik atau infrastruktur seperti drainase, pembenahan sungai dan pembangunan waduk pengendali banjir (kolam retensi). “Capaian ini kita juga berkat kerjasama yang baik dengan pemerintah pusat dan masyarakat,” kata Sulkarnain.

Pembangunan waduk di DAS Wanggu telah dimulai. Bila rampung, waduk ini bisa menampung ratusan ribu meter kubik air. Salah satu kolam retensi hilir saja bisa menampung 177 ribu m3 air. Dengan waduk ini, banjir bisa dikendalikan. Bukan hanya itu, pihaknya terus menata anak sungai salah satunya kali mandonga yang menelan anggaran Rp 7,5 miliar.

“Sedikit lagi tuntas. Jadi kali mandonga ini selain kami berhasil mengurangi resiko banjirnya, kita juga bisa melakukan penataan dengan menjadikan kawasan tersebut (kali mandonga, red) sebagai tempat wisata baru,” ungkap Sulkarnain.

Lebih rinci Sulkarnain menjelaskan, beberapa proyek fisik seperti pembangunan drainase penampung (pembuangan akhir) di Kawasan Anggoeya seluas 200 m2 yang menelan anggaran sekira Rp 4,6 miliar. Pembanguan drainase tersebut bertujuan untuk menampung debit air hujan baik yang berasal dari kawasan Anggoeya maupun yang berasal dari pusat kota.

Guna mengantisipasi genangan air (banjir) disepanjang kawasan Lepolepo, pihaknya mengandeng Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XXI Kendari, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR RI terutama di jalan DI Panjaiatan. Saat ini, pihaknya sedang dalam persiapan pembangunan drainasenya. Berdasarkan planing pengerjaannya, dimensi drainase akan ditambah, diperluas, termasuk kedalamannya.

“Kita juga mau memastikan elevasinya bisa betul-betul menjadi solusi. Termasuk, kita juga akan melakukan pengawasan di wilayah hulu karena ada pembukaan lahan-lahan baru untuk perumahan sehingga berdampak tehadap kondisi jalan yang ada disitu,” terang politisi PKS itu. (b/ags)

Areal Genangan Air
2019 2.200 Hektar
2020 1.200 Hektar

Proyek Penanganan Banjir
Kolam Retensi Kali Wanggu Rp 20 Miliar
Penataan Kali Mandonga Rp 7,5 Miliar
Perbaikan Drainase Anggoeya Rp 4,6 Miliar
Perbaikan Drainase Lepo-lepo
Bangun Sistem Penanganan Banjir Terintegrasi

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy