Pemkot Terima Bantuan 6.000 Masker dari BPP Kendari – Kendari Pos
Metro Kendari

Pemkot Terima Bantuan 6.000 Masker dari BPP Kendari

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menerima bantuan masker dari Kepala BPP Kendari, Andi Asriani.

KENDARIPOS.CO.ID — Sebagai upaya mendukung percepatan penanganan Covid-19, Pemkot Kendari kembali menerima bantuan 6.000 pcs masker buatan peserta pelatihan produktivitas yang diselenggarakan Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari, Andi Asriani diterima Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir di Rumah Jabatan Wali Kota Kendari.

Kepala Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari, Andi Asriani menerangkan masker tersebut merupakan hasil produksi peserta pelatihan peningkatan produktivitas angkatan pertama. Dimana 20 orang peserta ini, baru saja menyelesaikan proses pelatihannya selama 10 hari.

“Ini ada 6 ribu lembar, selanjutnya kita akan produksi terus, karena ini ada 10 paket. Ini baru paket pertama. Paket ke dua Insya Allah dua hari ke depan juga akan kita salurkan,” ungkapnya.

Andi Asriani menambahkan peserta pelatihan ini merupakan masyarakat terdampak Covid-19 seperti karyawan yang di PHK dan di rumahkan. Pelatihan berlangsung selama 10 hari. Jadi mereka diberikan teori selama dua hari dan selebihnya melakukan praktek di rumah masing-masing dengan pendampingan secara online.

“Dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19, jadi para peserta pelatihan menjahit di rumah,” jelasnya.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyambut baik dan memberikan apresiasi pada BPP Kendari yang sudah melatih warga Kota Kendari untuk meningkatkan produktivitasnya di tengah pandemi Covid-19.

“Situasi ini berat tapi kalau kita punya dedikasi untuk memberikan manfaat kepada orang-orang di sekitar kita pasti ada jalan keluar. Saya sangat mengapresiasi BPP yang sudah melatih warga Kota Kendari untuk angkatan pertama,” katanya.

Sulkarnain juga mengungkapkan harapannya. Kepada peserta yang sudah mendapatkan pelatihan atau masyarakat yang terlibat nantinya mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk terus meningkatkan skill. Sehingga bisa menghasilkan produk berkualitas.

“Setelah itu nanti bisa lebih produktif. Paling tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkasnya. (b/m2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy