Pemerintah Sudah Salurkan Insentif untuk Petugas Medis – Kendari Pos
Nasional

Pemerintah Sudah Salurkan Insentif untuk Petugas Medis

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, dari hasil rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa insentif tenaga medis telah tersalurkan. (Hendra Eka/Jawapos.com)


KENDARIPOS.CO.ID — Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, dari hasil rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa insentif tenaga medis telah tersalurkan. Menurut Doni, dari laporan yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto isentif tenaga medis tersebut disalurkan sejak 22 Mei lalu.

“Bapak Menteri Kesehatan telah melaporkan kepada Bapak Presiden tentang insentif kepada tenaga kesehatan sudah mulai disalurkan sejak tanggal 22 Mei yang lalu,” ujar Doni usai rapat dengan Presiden Jokowi di Jakarta, Rabu (27/5).

Doni mengatakan, insentif yang diberikan pemerintah itu akan terus berlanjut kepada para tenaga medis tersebut. Sehingga semuanya bisa mendapatkan insentif dari pemerintah. “Nanti terus berlanjut sampai dengan selesai,” katanya.

Menurut Doni, pemerintah akan terus memperhatikan data tenaga medis untuk mendapatkan insentif tersebut. Sehingga yang diberikan insentif tepat sasaran. “Data-data ini akan tetap menjadi perhatian dari Kementerian Kesehatan sehinga tidak salah nama dan alamat. Penerima betul-betul akurat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pemerintah memberikan insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di Indonesia. Pemberian insentif dan santunan kematian tersebut telah ditetapkan menkes melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

Jenis tenaga kesehatan yang mendapatkan insentif dan santunan kematian adalah dokter spesialis, dokter, dokter gigi, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya yang bekerja di tujuh fasyankes tersebut.
Sementara itu insentif untuk tenaga kesehatan di KKP, BTKL-PP, dan BBTKL-PP, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Puskesmas dan laboratorium yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan setinggi-setingginya sebesar Rp 5 juta.

Untuk besaran santunan kematian sebesar Rp 300 juta diberikan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dalam memberikan pelayanan kesehatan dikarenakan paparan Covid-19 saat bertugas. Tenaga kesehatan tersebut merupakan tenaga kesehatan yang tertular karena menangani pasien Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang memberikan pelayanan Covid-19.

Besaran insentif untuk tenaga kesehatan di rumah sakit setinggi-tingginya antara lain, dokter Spesialis Rp15 juta, dokter Umum dan Gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta serta tenaga medis lainnya Rp 5 juta. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy