Pemerintah dan Masyarakat “Khianati” Para Pejuang Medis – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pemerintah dan Masyarakat “Khianati” Para Pejuang Medis

KENDARIPOS.CO.ID — Perjuangan para tim medis digaris depan melawan Covid-19 sepertinya “dikhianati” pemerintah dan masyarakat. Disaat perawat dan dokter bertaruh nyawa melawan Covid-19, pemerintah menelurkan kebijakan yang terkesan plin plan, beragam larangan setengah hati. PSBB dilonggarkan, belakangan istilahnya dirubah menjadi pengurangan PSBB.

Moda transportasi dilonggarkan meski tetap diawasi. Calon penumpang berjubel di terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta sebagai contohnya. Social distancing diabaikan dengan kerumunan massa saat penutupan McD Sarinah. MPR menginisiasi konser amal Corona tanpa menjaga jarak. Pelabuhan dan terminal di Sultra tak ditutup, calon penumpang hanya dibebankan beragam syarat “berat” yang mudah diurus jika ingin mudik.

Masyarakat pun tak mau kalah dari pemerintahnya. Masih abai dengan semua prokotol kesehatan. Masih terlihat hilir mudik di tempat keramaian, tanpa memakai masker pula. Pasar tradisional masih dijejali pembeli dan pedagang. Dari hasil rapid test pedagang di dua pasar tradisional di Kendari, enam dinyatakan reaktif. Meski hasil rapid test itu bukan satu-satunya indikator untuk menentukan seseorang positif terpapar Covid-19, namun itu menunjukkan masih adanya yang abai terhadap protokol kesehatan. Benar-benar anti social distancing. Tak heran jika angka kasus virus corona disease (Covid-19) terus bertambah.

Kondisi itu memicu munculnya tagar Indonesia Terserah yang dapat diasosiasikan sebagai bentuk ekspresi atas kekecewaan dengan sikap masyarakat yang cenderung tidak lagi peduli adanya pandemi Covid-19. Dokter dan perawat yang menangani pasien Covid-19 di RS Bahteramas kompak berharap agar masyarakat lebih sadar lagi dengan segala imbauan pemerintah akan bahaya Covid-19 ini.

Dokter ahli paru RSUD Bahteramas, dr.Iwan Derma Karya, Sp.P mengatakan, aturan pemerintah saat ini tentu sudah melalui pembahasan mendalam. “Pemerintah membuat regulasi itu tentu ada tujuannya. Saya tidak membela pemerintah, tapi kita cuma prihatin saja. Harusnya masyarakat lebih dewasa menyikapi itu dan kalau tidak ada keperluan mendesak sebaiknya tidak keluar rumah,”ungkapnya kepada Kendari Pos, Selasa (19/5).

Sebaiknya masyarakat umum tidak mudik dan berkeliaran di mall. “Tetapi kalau memang mereka tetap tidak patuh akan imbauan pemerintah, saya juga hanya bilang terserah untuk masyarakat yang tidak patuh itu. Intinya semua kembali lagi ke masyarakat,” kata dr.Iwan Derma Karya.

Sementara itu, perawat IGD Covid-19 Adit, mengaku, sedikit menyesalkan aturan pemerintah dilanggar masyarakat. “Kami tentu sangat kecewa. Itu sangat menyakiti hati kami yang sudah berjuang dan jauh dari keluarga serta orang tua. Apa masyarakat tidak memikirkan kami. Kami juga punya keluarga, ingin kumpul dengan mereka. Sebab kalau kita dalam menangani Covid-19 ini, minimal satu bulan sampai dua bulan baru bisa kembali ke rumah,”ujarnya.

Adit berharap agar pandemi ini segera berakhir. Pemerintah pun harus lebih tegas dalam menerapkan aturan. Karena kalau hanya tenaga medis yang bekerja tentu akan sangat sulit. “Bantu kami. Kami berharap pemerintah agar membuat kebijakan yang tegas jangan setengah-setengah. Sehingga masyarakat juga tidak dilema dengan aturan itu agar perjuangan kami tidak sia-sia,”ungkapnya. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy