Peduli Siswa dan Guru Honorer Terdampak Pandemi Covid-19, Dikbud Sultra Siapkan Anggaran – Kendari Pos
Nasional

Peduli Siswa dan Guru Honorer Terdampak Pandemi Covid-19, Dikbud Sultra Siapkan Anggaran

Plt.Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio mengalokasikan anggaran sekira Rp 40 miliar untuk menangani penyebaran Covid-19 dilingkup pendidikan se-Sultra. Salah satu itemnya adalah bantuan siswa miskin dan stimulus bagi guru honorer yang belum mendapatkan SK dari gubernur.


KENDARIPOS.CO.ID — Plt.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Asrun Lio concern menjaga institusi pendidikan dari paparan pandemi virus korona (Covid-19). Siswa miskin yang terdampak pandemi diberikan bantuan, guru honorere diberikan insentif tambahan. Asrun tak hanya menyiapkan bantuan, namun juga memastikan protokol kesehatan area institusi pendidikan berjalan baik. Hal itu dilakukan Dikbud Sultra dalam kendali Asrun Lio untuk
mengadang laju penyebaran Covid-19 di lingkup pendidikan Sultra.

Asrun Lio mengatakan ada 15 item protokol area institusi pendidikan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Dikbud Sultra. Semua itu harus dijalankan oleh semua sekolah di Sultra.
Untuk refocusing dan realokasi kegiatan, tiga faktor utama menjadi pertimbangan yakni, aspek kesehatan, dampak ekonomi, dan social safety net. Untuk jaring pengaman sosial diarahkan untuk membantu siswa miskin yang terdampak pandemi virus korona (Covid-19).

Satu siswa mendapat jatah bantuan sekira Rp 1 juta. Dikbud Sultra menyiapkan anggaran bantuan untuk 3.000 siswa miskin di Sultra. Tidak hanya siswa, guru honorer SMA, SMK dan SLB akan mendapatkan bantuan. Bukan hanya siswa, Dikbud Sultra juga akan memberikan stimulus bagi guru honorer SMA, SMK dan SLB yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Sultra. Ada sekira 300 guru yang belum mendapatkan SK dari gubernur. Para guru honorer itu terdampak pandemi Covid-19. “Khususnya bagi mereka yang belum mendapatkan SK dari gubernur. Rencana (bantuan) sekira Rp 1,5 juta selama tiga bulan. Tapi masih akan berubah, tergantung dari besar kecilnya anggaran yang diporsikan dalam penanganan covid-19,” terang Asrun Lio.

Saat ini, lanjut dia, telah banyak kegiatan dilakukan Dikbud Sultra. Bukan hanya terkait program belajar di rumah, serta materi pembelajaran online dan beberapa program sosial. Bahkan, saat ini untuk setiap sekolah sudah diimbau memiliki tempat cuci tangan serta penyemprotan disinfektan.

Program yang sudah dilakukan, terus dipantau. SMA/SMK se-Sultra wajib membuat laporan. Bahkan semua kegiatan mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan sekolah baik berkemah, studi wisata untuk ditiadakan selama masa pandemi ini. Pengukuran suhu tubuh terhadap semua tamu yang datang ke institusi pendidikan dan bagi warga sekolah. “Ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di kalangan pelajar. Mereka pun telah diwajibkan melakukan pembelajaran via daring bersama gurunya,” ungkap Asrun Lio.

Asrun memastikan sekira Rp 40 miliar anggaran realokasi dan refocusing kegiatan disiapkan Dikbud Sultra. Objek atau subjek realokasi anggaran bidang pendidikan itu adalah siswa miskin dan guru honorer yang terdampak pandemi Covid-19. “Tahun 2019 kita sudah mendata siswa kurang mampu se-Sultra. Kami sedang memperbaiki data itu. Bagi siswa yang masih terdaftar dan kategorinya miskin kita pasti berupaya memberi bantuan,” katanya.(rah/b)

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy